Today was my mother's special day, a birthday! shes's goin to face her 46th age by now..
Happy Birthday, Mom. Love you :)
*i call her on early morning to say birthday-saying. in the background i heard my father's and sister's voice creepin around.oh how i miss the euphoria at home!
Wednesday, April 29, 2009
Sunday, April 12, 2009
Ga Ada Cinta, Cuma Buku di Sini
Saya sering sekali mendengar baik pepatah maupun ucapan teman2 saya sendiri; benci-benci cinta. Atau sesuatu yang paling kamu benci adalah sesuatu yang paling kamu cinta. atau lagi cinta sih tapi benernya bencii..nah lo! Well? Saya mengalaminya. Tetapi tenang saja it is not another mellow story, even not a love story haha..
Ok satu hal yang menjadi favorit saya adalah pergi ke toko buku.hmm.. ini mengalahkan kesukaan saya ke perpustakaan. Kalau di perpustakaan saya selalu datang dengan perasaan wah sayang banget kalo nemu buku bagus tuh buku bukan punya saya. Tapi kalo di toko buku, well kalo suka kita bisa beli! Senangnya kalo bisa begitu..
Awal mulanya saya tidak terlalu akrab dengan toko buku. Kebetulan yang menyenangkan adalah ibu saya bekerja di perpustakaan SD tempat saya bersekolah. Sebagai seorang pegawai sekolah ibu punya privelege khusus seperti yang dimiliki para guru untuk meminjam buku-buku yang ada di perpustakaan. Tak heran sedari kecil saya sudah dimanjakan dengan buku-buku pinjaman. Saya ingat waktu-waktu menyenangkan adalah ketika ibu pulang istirahat siang sambil berkata ‘tadi ibu pinjamkan buku ini’ sambil menyerahkan setumpuk buku bacaan yang selalu saya sambut dengan suka cita. Waktu yang tak kalah menyenangkannya adalah ketika liburan panjang tiba. Saya biasa ikut ibu bekerja sejak pukul tujuh pagi. Ketika ibu membuka pintu kantornya dan saya melihat tumpukan buku atau komik baru di atas mejanya, bahkan kadang belum bersampul, saya bisa katakan itu adalah perasaan paling menyenangkan yang terus masih dapat saya rasakan hingga kini.
Jadi intinya walaupun saya telah menjadi kutu buku sejak usia sangat dini, saya tidak punya satupun buku bacaan milik pribadi.
Hal berikutnya yang masih saya ingat adalah ketika Hari Raya Idul Fitri saat saya menginjak bangku kelas 6 SD. Kebiasaan saya dan beberapa sahabat adalah berkeliling naik motor berkunjung ke rumah guru dan teman-teman kami. Karena teman cewek saya yang bisa naik motor hanya satu otomatis saya dan satu sahabat saya yang lain rela bercenglu ria, alias bonceng telu.. (kalau saya ingat-ingat sekarang kami memang dulu begitu polos. Hari lebaran, dengan kerudung berkibaran, bersempit-sempit ria dalam satu jok berkeliling kompleks, dan nggak malu blass..--->out of topic dikit :p)
Pendeknya waktu itu perhentian kami sampai di rumah teman saya yang bernama Farhad Fadilla atau Dilla. Saya masih ingat betul waktu itu kami dijamu sayur bayam yang manis dan hangat. Setelah terkagum-kagum melihat rumahnya yang besar (tingkat tiga kalau tidak salah) kami juga diputarkan film Snow White. Haha dasar anak kecil katrok kami tersihir juga melihat fil produksi Disney dari vcd yang asli itu. Maklum biasanya nonton vcd bajakan.
Nah, saat kawan-kawan saya melihat koleksi vcd dan kaset Backstreet Boys milik Dilla, saya melihat itu. Berwarna cokelat keemasan, benda itu langsung menarik perhatian saya.
Harry Potter and The Sorcerers Stone
Well, beberapa waktu sebelumnya saya sempat melihat review buku itu di Kompas kalau tidak salah. Hanya saja review buku tersebut yang saya ingat samar-samar menceritakan kisah seorang penyihir and the blah blah.. singkatnya dunia sihir, fantasi, sama sekali bukan tema favorit saya. Tapi begitu melihat buku itu di rumah Dilla well, saya ga punya pilihan untuk ga membcanya. Secara saya bosan nonton film kartun, i have nothing to do, dan pasti penasaran ada buku nganggur ya dibaca ajalah.
And it attracted me so.. Seperti yang terjadi pada berapa juta orang lainnya. Saya baru mbaca berapa halaman ya, empat kalau ga salah ketika teman-teman saya mengajak pulang. Dalam hati saya rasa penasaran itu belum hilang. Lah katanya soal penyihir ko ini ceritanya soal Vernon Vernon, mana Harry Potternya? Batin saya waktu itu. Dan dengan memberanikan diri sayapun meminjam buku itu ke Dilla dan melanjutkan membacanya di rumah.
Pertanyaannya sekarang, kenapa saya berpanjang-panjang menulis soal Harry Potter ini? selain fakta bahwa ini menjadi salah satu buku favorit saya hingga tahun-tahun kedepan, Harry Potter juga menjadi jalan saya untuk lebih akrab kepada toko buku.
Jadi kisahnya saya sangat terimprint (haha istilahTika ini) pada Harry Potter.Bebrapa waktu setelahnya saat saya jalan-jalan ke sebuah toko buku yang kalau boleh saya bilang nggak mutu, eh saya ngelihat buku keduanya Harry Potter, yg Chamber of Secret itu. Kuaget banget gila ada Harry Potter di toko ini, di kota ini!! waktu itu saya kepengeeennn banget beli, tapi saya ga berani bilang sama ibu. Mungkin alasannya ibu ga usah beli, pinjem di perpus aja, begitu. Masuk akal sih tapi ndak tau kenapa saya pengen aja punya. Tapi tetep saya ga berani minta ke ibu buat beliin.
Sepulang di rumah Harry Potter itu terus terbayang-bayang. Sampulnya yang merah, tebelnya..aduhh belum-belum sudah kebayang pengen baca. Berapa hari saya bimbang sampai suatu siang akhirnya saya nekat jalan kaki dari rumah ke mall yang ada toko bukunya itu demi membeli si buku Harry Potter. Buku yang tinggal satu itu masih ada, yes! Langsung saya bayar buku berharga 36 ribu rupiah itu dan saya pulang dengan perasaan melambung.
Itulah pertama kalinya saya merasakan excitement yang sangat untuk memiliki sebuah buku.
Waktu-waktu setelahnya saya nggak inget kapan ibu tahu saya punya buku itu. Saya malah punya kecurigaan ibu nggak pernah tau perjuangan saya mendapatkan buku itu. Buku pertama yang saya miliki dengan passion begitu besar adalah Harry Potter edisi kedua, bukan seri pertamanya malah. Setelah-setelahnya pemenuhan akan hasrat membeli buku itu kok ya lempeng-lempeng aja. saya beli buku apa ibu tau ya sudah. Malah kalau pergi sama ibu saya suka minta dibelikan buku. Ndak tau kenapa ya waktu beli buku yang pertama bisa segitu hebohnya hahah.. padahal kalau ceritanya saat saya lihat buku harry Potter itu terus langsung minta sama ibu bisa jadi langsung dibelikan nggak perlu pake adegan beli-sembunyi-sembunyi-siang-siang-jalan-kaki segala. Tapi ya mungkin di situ seninya, dan kalau ndak begitu ya nggak ada cerita ini :)
Berawal dari situ saya punya hobi baru yaitu menabung. Selama setahun atau dua tahun saya menyimpan sebagian besar uang jajan saya. Tujuannya apa? Saya biasa melewatkan liburan cawu (hei dulu belum kenal semester :P) di Surabaya, di rumah datuk dan mbah saya. Salah satu momen yang saya nantikan adalah jalan-jalan ke Gramedia Tunjungan Plaza, saat ibu akan berbelanja buku untuk memenuhi koleksi perpustakaan sekolah dan saya akan menghabiskan uang tabungan saya untuk membeli buku. Wah saya ingat banget uang 300 ribuan hasil menahan-nahan nggak jajan bakso berbulan-bulan itu lenyap dalam tempo kurang dari satu jam, dan berganti rupa dalam bentuk enam buah novel rupa-rupa judul. Favorit saya saat itu (dan masih sampai sekarang) adalah Princess Diaries series by Meg Cabot dan seri Chicklit. Saat itu yang namanya teenlit belum beken. Alhasil saya usia SMP yang i’m not a girl not yet a woman terpaksa dewasa lebih awal dengan membaca chick literature yang aslinya buat cewek 25an ke atas itu hehe..
Anyway itu dulu. Saat masih tinggal dengan orangtua dan yang perlu ditahan cuma hasrat jajan. Well sampai usia SMA lah saya bisa begiitu karena SMA saya juga di asrama segala makan tempat tinggal udah ditanggung, lagi-lagi cuma perlu nahan hasrat jajan doang. Tapi sekarang situasinya beda huhuw.. jaman kuliah, jaman ngekos. Welcome to tempe penyet and say goodbye ke hangout to mall every Sunday kecuali bisa menjaga hasrat belanja.. yang ngomong2 susah sekali dilakukan di kota macam Surabaya ini yang Department storenya menawarkan diskon ga cuma pas lebaran doang. Juga pengeluaran sebagai seorang mahasiswa (desain), ngenet, ngeprint yang walopun remeh ternyata habisnya banyak juga. Otomatis sekarang membeli buku menjadi sebuah kemewahan..
Yang membawa kita ke inti dari postingan ini. kenapa saya cinta dan benci saat pergi ke toko buku. Karena saya selalu merasakan passion yang sama pada buku, masih sama seperti kali pertama saya melihat Harry Potter and the Chamber of Secret di etalase berdebu toko buku deket tangga di Bontang Plaza..passion ingin membelinya. Tapi di satu sisi dompet ini terasa makin tipis aja dan harga buku juga makin melonjak..dan jangan bilang e-book sebagai jawaban. Ngutip kata-kata mas Ayos, romantisme sebuah buku ya saat kita duduk dan membuka halaman-halamannya. Bukannya saat mengklik next page di Adobe reader..(ini saya yg nambahin hehe..)
Ketika ada di toko buku saya selalu merasa ‘lapar’ seolah saya ingin memiliki toko buku itu sendiri supaya saya bisa membaca semua bukunya (well ini bisa jadi inspirasi ke bidang manakah saya ingin berkembang di masa depan :P). Di sisi lain saya juga sebel karena beli buku sekarang pake perhitungan dan tak jarang saya harus menunggu untuk mendapatkan buku yang saya inginkan, karena saya sudah dewasa, jadi dalam beberapa hal saya harus lebih bijak mempergunakan uang. Karena alasan bijak inilah saya menjadi jarang membeli chick literature yang dulu menjadi santapan wajib huhu karena mendahulukan buku-buku lain yang lebih ‘berat’. Padahal membaca chicklit bagus untuk merefreshkan otak hehehe..(dan belajar sarkastis)
Itulah mengapa saat ke toko buku saya merasakan kegairahan sekaligus kesebalan pada saat yang sama..saat saya nggak bisa menahan keinginan untuk membeli sebuah buku maka saya akan misuh dalam hati ‘sial nggak tahan gue. Nggak makan lagi nih’ di sisi lain saat saya berhasil menahan keinginan membeli buku itu maka misuhan sayapun berubah rupanya begitu sampai di rumah ‘sialll tapi gue kepengen banget buku ituuu..’
Haha.
Anyway saya appreciate sekali dengan acara-acara bursa buku huahh kaya surga bisa menemukan buku-buku bagus dengan harga murah. Acara bursa buku yang terakhir kemarin di DBL arena klo g salah ya?wah sayang banget gabisa datang karena jauh. tapi saya dateng ke Gramed Fair yang penutupannya tanggal 15 maret lalu klo g salah. And its totally rocks! I’ve got six qualified books dengan ngabisisn duit 80ribuan aja.

dapat disimpulkan bahwa prinsip murah meriah ternyata masi berlaku dalam sejarah perbukuan kita! buku murah ga selalu jelek isinya! tentu saja bisa jadi karena buku2 di atas sebenarnya cukup lumayan harganya cuma karena ga laku2 atau kelebihan stok akhirnya disale. yah afterall sangat membantulah acara bursa buku murah di atas :)
okeee..dari benci-cinta kita sampai nyambung ke bursa buku..see you in next post lah! :)
Ok satu hal yang menjadi favorit saya adalah pergi ke toko buku.hmm.. ini mengalahkan kesukaan saya ke perpustakaan. Kalau di perpustakaan saya selalu datang dengan perasaan wah sayang banget kalo nemu buku bagus tuh buku bukan punya saya. Tapi kalo di toko buku, well kalo suka kita bisa beli! Senangnya kalo bisa begitu..
Awal mulanya saya tidak terlalu akrab dengan toko buku. Kebetulan yang menyenangkan adalah ibu saya bekerja di perpustakaan SD tempat saya bersekolah. Sebagai seorang pegawai sekolah ibu punya privelege khusus seperti yang dimiliki para guru untuk meminjam buku-buku yang ada di perpustakaan. Tak heran sedari kecil saya sudah dimanjakan dengan buku-buku pinjaman. Saya ingat waktu-waktu menyenangkan adalah ketika ibu pulang istirahat siang sambil berkata ‘tadi ibu pinjamkan buku ini’ sambil menyerahkan setumpuk buku bacaan yang selalu saya sambut dengan suka cita. Waktu yang tak kalah menyenangkannya adalah ketika liburan panjang tiba. Saya biasa ikut ibu bekerja sejak pukul tujuh pagi. Ketika ibu membuka pintu kantornya dan saya melihat tumpukan buku atau komik baru di atas mejanya, bahkan kadang belum bersampul, saya bisa katakan itu adalah perasaan paling menyenangkan yang terus masih dapat saya rasakan hingga kini.
Jadi intinya walaupun saya telah menjadi kutu buku sejak usia sangat dini, saya tidak punya satupun buku bacaan milik pribadi.
Hal berikutnya yang masih saya ingat adalah ketika Hari Raya Idul Fitri saat saya menginjak bangku kelas 6 SD. Kebiasaan saya dan beberapa sahabat adalah berkeliling naik motor berkunjung ke rumah guru dan teman-teman kami. Karena teman cewek saya yang bisa naik motor hanya satu otomatis saya dan satu sahabat saya yang lain rela bercenglu ria, alias bonceng telu.. (kalau saya ingat-ingat sekarang kami memang dulu begitu polos. Hari lebaran, dengan kerudung berkibaran, bersempit-sempit ria dalam satu jok berkeliling kompleks, dan nggak malu blass..--->out of topic dikit :p)
Pendeknya waktu itu perhentian kami sampai di rumah teman saya yang bernama Farhad Fadilla atau Dilla. Saya masih ingat betul waktu itu kami dijamu sayur bayam yang manis dan hangat. Setelah terkagum-kagum melihat rumahnya yang besar (tingkat tiga kalau tidak salah) kami juga diputarkan film Snow White. Haha dasar anak kecil katrok kami tersihir juga melihat fil produksi Disney dari vcd yang asli itu. Maklum biasanya nonton vcd bajakan.
Nah, saat kawan-kawan saya melihat koleksi vcd dan kaset Backstreet Boys milik Dilla, saya melihat itu. Berwarna cokelat keemasan, benda itu langsung menarik perhatian saya.
Harry Potter and The Sorcerers Stone
Well, beberapa waktu sebelumnya saya sempat melihat review buku itu di Kompas kalau tidak salah. Hanya saja review buku tersebut yang saya ingat samar-samar menceritakan kisah seorang penyihir and the blah blah.. singkatnya dunia sihir, fantasi, sama sekali bukan tema favorit saya. Tapi begitu melihat buku itu di rumah Dilla well, saya ga punya pilihan untuk ga membcanya. Secara saya bosan nonton film kartun, i have nothing to do, dan pasti penasaran ada buku nganggur ya dibaca ajalah.
And it attracted me so.. Seperti yang terjadi pada berapa juta orang lainnya. Saya baru mbaca berapa halaman ya, empat kalau ga salah ketika teman-teman saya mengajak pulang. Dalam hati saya rasa penasaran itu belum hilang. Lah katanya soal penyihir ko ini ceritanya soal Vernon Vernon, mana Harry Potternya? Batin saya waktu itu. Dan dengan memberanikan diri sayapun meminjam buku itu ke Dilla dan melanjutkan membacanya di rumah.
Pertanyaannya sekarang, kenapa saya berpanjang-panjang menulis soal Harry Potter ini? selain fakta bahwa ini menjadi salah satu buku favorit saya hingga tahun-tahun kedepan, Harry Potter juga menjadi jalan saya untuk lebih akrab kepada toko buku.
Jadi kisahnya saya sangat terimprint (haha istilahTika ini) pada Harry Potter.Bebrapa waktu setelahnya saat saya jalan-jalan ke sebuah toko buku yang kalau boleh saya bilang nggak mutu, eh saya ngelihat buku keduanya Harry Potter, yg Chamber of Secret itu. Kuaget banget gila ada Harry Potter di toko ini, di kota ini!! waktu itu saya kepengeeennn banget beli, tapi saya ga berani bilang sama ibu. Mungkin alasannya ibu ga usah beli, pinjem di perpus aja, begitu. Masuk akal sih tapi ndak tau kenapa saya pengen aja punya. Tapi tetep saya ga berani minta ke ibu buat beliin.
Sepulang di rumah Harry Potter itu terus terbayang-bayang. Sampulnya yang merah, tebelnya..aduhh belum-belum sudah kebayang pengen baca. Berapa hari saya bimbang sampai suatu siang akhirnya saya nekat jalan kaki dari rumah ke mall yang ada toko bukunya itu demi membeli si buku Harry Potter. Buku yang tinggal satu itu masih ada, yes! Langsung saya bayar buku berharga 36 ribu rupiah itu dan saya pulang dengan perasaan melambung.
Itulah pertama kalinya saya merasakan excitement yang sangat untuk memiliki sebuah buku.
Waktu-waktu setelahnya saya nggak inget kapan ibu tahu saya punya buku itu. Saya malah punya kecurigaan ibu nggak pernah tau perjuangan saya mendapatkan buku itu. Buku pertama yang saya miliki dengan passion begitu besar adalah Harry Potter edisi kedua, bukan seri pertamanya malah. Setelah-setelahnya pemenuhan akan hasrat membeli buku itu kok ya lempeng-lempeng aja. saya beli buku apa ibu tau ya sudah. Malah kalau pergi sama ibu saya suka minta dibelikan buku. Ndak tau kenapa ya waktu beli buku yang pertama bisa segitu hebohnya hahah.. padahal kalau ceritanya saat saya lihat buku harry Potter itu terus langsung minta sama ibu bisa jadi langsung dibelikan nggak perlu pake adegan beli-sembunyi-sembunyi-siang-siang-jalan-kaki segala. Tapi ya mungkin di situ seninya, dan kalau ndak begitu ya nggak ada cerita ini :)
Berawal dari situ saya punya hobi baru yaitu menabung. Selama setahun atau dua tahun saya menyimpan sebagian besar uang jajan saya. Tujuannya apa? Saya biasa melewatkan liburan cawu (hei dulu belum kenal semester :P) di Surabaya, di rumah datuk dan mbah saya. Salah satu momen yang saya nantikan adalah jalan-jalan ke Gramedia Tunjungan Plaza, saat ibu akan berbelanja buku untuk memenuhi koleksi perpustakaan sekolah dan saya akan menghabiskan uang tabungan saya untuk membeli buku. Wah saya ingat banget uang 300 ribuan hasil menahan-nahan nggak jajan bakso berbulan-bulan itu lenyap dalam tempo kurang dari satu jam, dan berganti rupa dalam bentuk enam buah novel rupa-rupa judul. Favorit saya saat itu (dan masih sampai sekarang) adalah Princess Diaries series by Meg Cabot dan seri Chicklit. Saat itu yang namanya teenlit belum beken. Alhasil saya usia SMP yang i’m not a girl not yet a woman terpaksa dewasa lebih awal dengan membaca chick literature yang aslinya buat cewek 25an ke atas itu hehe..
Anyway itu dulu. Saat masih tinggal dengan orangtua dan yang perlu ditahan cuma hasrat jajan. Well sampai usia SMA lah saya bisa begiitu karena SMA saya juga di asrama segala makan tempat tinggal udah ditanggung, lagi-lagi cuma perlu nahan hasrat jajan doang. Tapi sekarang situasinya beda huhuw.. jaman kuliah, jaman ngekos. Welcome to tempe penyet and say goodbye ke hangout to mall every Sunday kecuali bisa menjaga hasrat belanja.. yang ngomong2 susah sekali dilakukan di kota macam Surabaya ini yang Department storenya menawarkan diskon ga cuma pas lebaran doang. Juga pengeluaran sebagai seorang mahasiswa (desain), ngenet, ngeprint yang walopun remeh ternyata habisnya banyak juga. Otomatis sekarang membeli buku menjadi sebuah kemewahan..
Yang membawa kita ke inti dari postingan ini. kenapa saya cinta dan benci saat pergi ke toko buku. Karena saya selalu merasakan passion yang sama pada buku, masih sama seperti kali pertama saya melihat Harry Potter and the Chamber of Secret di etalase berdebu toko buku deket tangga di Bontang Plaza..passion ingin membelinya. Tapi di satu sisi dompet ini terasa makin tipis aja dan harga buku juga makin melonjak..dan jangan bilang e-book sebagai jawaban. Ngutip kata-kata mas Ayos, romantisme sebuah buku ya saat kita duduk dan membuka halaman-halamannya. Bukannya saat mengklik next page di Adobe reader..(ini saya yg nambahin hehe..)
Ketika ada di toko buku saya selalu merasa ‘lapar’ seolah saya ingin memiliki toko buku itu sendiri supaya saya bisa membaca semua bukunya (well ini bisa jadi inspirasi ke bidang manakah saya ingin berkembang di masa depan :P). Di sisi lain saya juga sebel karena beli buku sekarang pake perhitungan dan tak jarang saya harus menunggu untuk mendapatkan buku yang saya inginkan, karena saya sudah dewasa, jadi dalam beberapa hal saya harus lebih bijak mempergunakan uang. Karena alasan bijak inilah saya menjadi jarang membeli chick literature yang dulu menjadi santapan wajib huhu karena mendahulukan buku-buku lain yang lebih ‘berat’. Padahal membaca chicklit bagus untuk merefreshkan otak hehehe..(dan belajar sarkastis)
Itulah mengapa saat ke toko buku saya merasakan kegairahan sekaligus kesebalan pada saat yang sama..saat saya nggak bisa menahan keinginan untuk membeli sebuah buku maka saya akan misuh dalam hati ‘sial nggak tahan gue. Nggak makan lagi nih’ di sisi lain saat saya berhasil menahan keinginan membeli buku itu maka misuhan sayapun berubah rupanya begitu sampai di rumah ‘sialll tapi gue kepengen banget buku ituuu..’
Haha.
Anyway saya appreciate sekali dengan acara-acara bursa buku huahh kaya surga bisa menemukan buku-buku bagus dengan harga murah. Acara bursa buku yang terakhir kemarin di DBL arena klo g salah ya?wah sayang banget gabisa datang karena jauh. tapi saya dateng ke Gramed Fair yang penutupannya tanggal 15 maret lalu klo g salah. And its totally rocks! I’ve got six qualified books dengan ngabisisn duit 80ribuan aja.

ini buku yg membuat saya nyengir2 bersalah setelah pulang ;p
Beberapa di antaranya How to Get What You Want and Want What You Have punya John Gray PhD, penulisnya Man and Mars, Women are from Venus. 15 ribu doang. Liat nama penulis and judulnya langsung ngambil. Status sampai hari ini belum dibaca karena bukunya tebal jadi masi nyari waktu luang yg lumayan panjang biar bacanya ga kepotong-potong. Trus juga ada Bukuku Kakiku. Sekilas udah ta liat-liat. Isinya kayak kumpulan artikel gitu mengenai buku dari sudut pandang banyak penulis. Liat tebelnya yang kayak kamus, harganya 15 ribu, belum lagi nama-nama seperti Rosihan Anwar, Frans Magnis Suseno trus Remy Sylado dan penulis-penulis lain yang ga kalah bekennya, sudah jadi alasan lebih dari cukup buat beli buku ini hehehe.. trus ada juga novel Nicholas Sparks A Bend in The Road alias Pertemuan Nasib. Aslinya novel yang dibanderol tujuhribulimaratus ini dibeli cuma karena iseng. Sbelumnya ga perna baca karyanya si om ini. tapi liat resensi di belakangnya sama harganya yang miring banget ya dibeli aja. dan ternyata ga salah pilihan saya saudara-saudar. Walaupun cerita novel ini tipikal banget and gammpang ditebak tapii gaya tulisannya Om Nicholas bikin novel ini asyik banget dibaca. Sip-siplah. sbenernya ceritanya ga istimewa2 amat, bahkan alurnya cenderung mudah ditebak.Nah biasanya kan kalo orang udah bisa nebak kira2 endingnya piye, atau pelakunya piye, atau masalahnya tar berpusar pada siapa, mereka cenderung lose passion buat gelanjutin baca buku ini. tapi novel ini enggak, sumpah. Membangun alurnya, romantismenya, sangat smooth dan bikin mood kita tetep terjaga sampai akhir. Sip deh om.
Trus juga ada buku Kekayaan Hutan Asia. Lupa nih buku 15rb ato separuhnya. Yang jelas kovernya menarik, sangat green dan sueger. Baru ta liat-liat sekilas isinya bagus banget. Mengupas soal kekayaan apa saja yang ada di hutan-hutan di asia, macam rotan, gaharu, cendana, begitu-begitulah. Dan ada pembahasan yang cukup mendetail untuk tiap sumberdaya alam.. mulai dari sejarah sampai cara pengolahannya. ga cuma melulu soal kayu lho. Biji-bijian sampai sarang burung walet juga ada. Siplah.
Trus juga ada buku Kekayaan Hutan Asia. Lupa nih buku 15rb ato separuhnya. Yang jelas kovernya menarik, sangat green dan sueger. Baru ta liat-liat sekilas isinya bagus banget. Mengupas soal kekayaan apa saja yang ada di hutan-hutan di asia, macam rotan, gaharu, cendana, begitu-begitulah. Dan ada pembahasan yang cukup mendetail untuk tiap sumberdaya alam.. mulai dari sejarah sampai cara pengolahannya. ga cuma melulu soal kayu lho. Biji-bijian sampai sarang burung walet juga ada. Siplah.
dapat disimpulkan bahwa prinsip murah meriah ternyata masi berlaku dalam sejarah perbukuan kita! buku murah ga selalu jelek isinya! tentu saja bisa jadi karena buku2 di atas sebenarnya cukup lumayan harganya cuma karena ga laku2 atau kelebihan stok akhirnya disale. yah afterall sangat membantulah acara bursa buku murah di atas :)
okeee..dari benci-cinta kita sampai nyambung ke bursa buku..see you in next post lah! :)
Labels:
and the blah blah,
precious thing
Wednesday, April 8, 2009
listen, listen

halo halo blogger semua, apakabar kalian hari ini? what, awesome?whoaa lucky you!emh, just so so?well, i've got worse than it i suppose hahaha.
minggu ini gila banget.klo gabisa dibilang supergila.di posting sebelumnya i've told you that i messed up.okeh2 di beberapa postingan terakhir emg gila bgt.i've been such emotional n childish fellas.karena mood males habis kmdgi 8 lalu ternyata nggak sembuh2 n malah berlanjut dan menjalar sampe ke perkuliahan. alhasil yg namanya tugas dkv, inget TUGAS DKV YANG SKSNYA 5 ITU yang nyebelinnya naujubilah, bikin logo, supergraphic trus graphic standard manualnya dan dilanjut ke aplikasinya ternyata gagal total!! arghh..
sebenernya tugas itu could be fun..klo saja dinikmati sejak awal.tapi gr2 mood jelek (well yea being moody person is not a gift) alhasil bawaannya males ngerjain dan ujung2nya garapannya pun jadi ga maksimal.
oke2 i regret it. tapi di akhir2 saya berusaha maksimal ko ngerjainnya.jd bgitu sudah smp bates waktu trakhir sayapun bisa nyerah dengan pasrah cause well what can i do anymore?
skip.
mood kuliah sekarang sudah membaik.berkat gsm tragedi kmaren ya ampun..bneran deh syok terapinya bener2 bikin syok.hikmahnya saya jadi lebih semanagat dan (mudah2an) ga nggampangin smua tugas2 lagi.aminnn..
tapi flashback ke masalah yg kmarin2.gatau knapa ya suasana kampus lg ga enak bgt. khususnya lagi buat angkatan gue. omaigat. di sini pertanyaannya adalah kita yang kendablekan ato dosen2nya yg pada sensi.oke coba kita telaah masalahnya dari dua sisi.
awal mulanya adalah dari dkv.jadi tugas gsm itu. banyak banget yg ga asistensi progressnya. dosen kepala matakul tersebut udah ngomel dari jaman kapan nanyain knapa sih ko kita pada males asitensi and the bla and the bla. waktu itu saya sih ngeras dejavu aja soalnya waktu itu emg mood saya juga lagi males2an jd klo bnayak yg ga asistensi ya saya bisa ngerti perasaan malesnya mereka.ilustrasinya aja nih, anak yg biasanya asistensi ruajinn bgt sekarang selalu asistensi di akhir2 waktu. bayangin aja yg biasanya asistensi di akhir waktu, ya malah jd ga asistensi to?
yah intinya waktu pak dan bu dosen ngomel2 saya dngerin aja sambil mbatin 'knapa sih ko euforianya jad males2an bgini?'
hal itu berlanjut terus sampe hampir tiap pertemuan dkv selalu diwarnai dengan omelan dan dari para dosen.jujur kuliah jd ga fun.tapi saya tau itu ya salah kita2 juga. trus ternyata merembet ke matakuliah lain.tipografi.dosennya sempet ngamuk juga di kelas karena jarang ada yg asistensi.
puncaknya waktu H-1 pengumpulan gsm.hari senin. ada matakuliah namanya psikologi komunikasi yang satu kelas itu kira2 25an anak lah penghuninya. and you know, gara2 tuh gsm yang masuk tuh cuma tujuh biji kepala.
gawatnya lagi pas hari itu ada giliran presentasi. saya juga ndak tau pasti apakah tujuh biji kepala yang masuk adalah yg giliran presentasi atau yang presentasi juga ikut2 ga masuk, yang jelas satu kata aja buat mendefinisikan salah satu dosennya. NGAMUK.
trus yang ga masuk langsung disuruh bikin paper 25 halaman analisis iklan. satu iklan dianalisis empat lembar dengan teori faktor internal.dan dikumpulin besoknya bertepatan dengan pengumpulan gsm.. kalau nggak mau di-del dari matakul psikom.
oh well.blakangan saya tau g ada satupun yang ngumpulin tugas tersebut.
terus..kalo buat saya kesialannya berlangsung pas gsm itu.saya ngumpulinnya telat.yang kudunya jam 3 sore paling lambat, jam 6 sore saya baru kluar dari tempat print2an.kelengkapan tugas nol besar. signage ga bikin, jurnal n cd pdfannya ga ada. ahh..no more words for it lah saya males bgt jelasinnya.pokoe saya kapoklah gitu aja.
this is my work.jd aplikasinya aku bentuk parsel yg kesannya alami2 gt karena kayumanis ini adalah logo villa and spa.oya2 aplikasinya aku bikin bordir di tas,waslap, handuk, tee, sarung bantal.trus juga bikin sttionary macam amplop map dll dan label buat aromatic oil ceritanya heheh..ah aslinya ada yg lucu lagi.sandal anyaman! tapi ga nampak pada gambar soale wes dimintak sama mas dikky huhuww..yg buku itu gsmnya.*eh stelah diliat2 not too bad juga ternyata.hmphh...
oke trus kesialan berikutnya pas hari kamisnya. giliran kelompok saya presentasi psikom. saya sebel banget sm kelompok saya yg mbambet.ohmaigat tolong yahh..would you please, jangan lepas tangan. FUCK EM ALL!smua deh smua. gada inisiatif blas buat ngerjain tugas, bikin makalah n powerpointnya.okee pas presentasi pertma yang sebelumnya saya bisa handle karena waktu itu g ada tugas.tp presentasi kedua ini saya berharap jangan cuma saya dong yang mikirr.. :(
singkat kata. i can't handle by myself.dan ketika saya gabisa ngehandle sendirian dan temen sekelompok gabisa diandalkan yowes..matek ae.
singkat cerita makalah kita dikasi nilai 55, ga dapet absen, presentasi ancur, makalah baik kelompok maupun individu ancur, dan dapat hukuman yang sama seperti yg diterima psikom hari senin.ah..
wah mendadak mood saya buat ngeluh2 jadi ilang.nginget2 lagi ternyata bikin males.oke deh sebagai penutup kesialan hari ini kelas animasi mendapatkan kemarahan yang sama dari dosen ybs karena satu kelas mbambet ngerjain film animasinya.dan beliau memutuskan nilai maksimal buat UTS kali ini adalah C..
oh well..
sedikit yang bisa saya bilang.semua ini salah mahasiswa karena ga menuhin rules yang dibuat oleh para dosen ybs. karena mahasiswa ybs ga ngikutin sistem yang telah dibuat. tapi...mahasiswa adalah manusia. bisa timbul rasa jenuh, rasa malas. kalau setiap minggu rutinitasnya adalah sama, selalu ada asistensi tiap minggu, dan itu adalah sebuah kewajiban.dan ga cuma satu matakul aja yang bikin peraturan seperti itu, saya sangat paham..
dan kita bicara soal mahasiswa desain. di mana mereka terkadang lebih ke arah seni jiwanya.lebih rebel, dan menyukai kebebasan,bukan rutinitas..walaupun ga sepenuhnya.
waktu itu sempet juga ada dosen yang bilang.taun2 sebelumnya tugas dkv sama.tapi taun2 lalu g ada yg sampe kena masalah bgini, seperti masalah nongol di kelas cuma 7 biji doang.wah saya agak kurang setuju tuh.semua juga tau makin taun beban itu makin berat.buktinya aja kayak tugas pramana yang dulu dipake buat di akhir2 ehh ternyata sekarang udah maju jd tugas awal2.
ah intinya gini deh.ini smua salah mahasiswa.tapi menurut saya dosen g perlu ngomel2, wlp saya tau niatnya baik.tapi saya di usia kami, sudah ga jamnnya lagi diomelin. diomelin ya bukan dibilangin.dibilangin dinasehatin masih oke. tapi klo udah ngomong panjang lebar dengan wajah merengut dengan nada menyentak-nyentak..maaf. bukannya apa, tapi nggak bakal ada untungnya buat kedua pihak.dosen mungkin bisa berdalih 'saya capek ngomel bgini ke kalian tapi mau gimana lagi..' ya sama pak bu, kami juga capekk..
jadi mungkin lebi simpelnya langsung pakai tindakan kali ya? misalnya langsung kasih nilai jelek aja.selesai. karena toh ngomel2 juga cuma buang2 energi. yang ngomel dan yang dengerin sama2 capek.
ah lama2 postingan saya kok makin ga jelas. yah bgitulah kira2 pandangan saya. nanti klo pgen nyampah lagi ditambahin deh blakangan.
postingan ini ga bermaksud mendiskreditkan siapa2,hanya pendapat pribadi penulis. ingat, blogger freedom! hahaha..
Sunday, April 5, 2009
messed up

rasanya hidup ga berjalan semestinya belakangan ini.
i need holiday.i need my mom.
i've got to f**k all this petty stuff and goin home.
it was the first time college study is not felt that fun :(
Labels:
and the blah blah
Subscribe to:
Posts (Atom)


.jpg)
