Thursday, September 22, 2016

Balance

Halo, assalamualaikum... Senang sekali bisa nulis kembali :) Belakangan ini saya lagi sibuk banget memenej ulang waktu untuk urusan anak, rumah, dan yang cukup banyak menyita waktu saat ini yaitu; bisnis rumahan saya. Hihi kece banget nyebut bisnis ya? Well, let's say usaha rumahan :p. Nah, usaha yang dulunya diawali untuk ngisi waktu senggang ini ternyata mulai tumbuh dan ngambil jatah waktu-waktu yang saya alokasikan untuk ngurus anak dan urusan domestik lainnya, bahkan me time juga! Wah, kacau banget... Bahkan untuk nulis to do list harian yang saya rutin lakukan aja seringkali nggak sempet. Gimana bisa sempet, kalau hari-hari saya penuh dengan rutinitas cek orderan, cek stok, packing bahkan melayanin customer yang datang ke rumah.. Eits, bukan ngeluh, ya. Alhamdulillah bersyukur banget... Cuma di sisi lain, saya tahu ini nggak boleh dibiarkan; bisa-bisa saya jadi robot yang hanya menjalankan rutinitas itu itu aja tiap harinya, sampai nggak sadar waktunya habis. Oleh karena itu saya lagi menej ulang waktu saya, supaya semua urusan bisa balance lagi :)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Saya banyak baca sharing dari sesama mahmud yang punya usaha gimana cara mereka membagi waktunya. Beberapa yang lebih dulu sukses sudah punya admin sendiri untuk handle customer, jadi nggak terlalu diributin sama urusan remeh temeh tapi takes time macam packing dan rekap order. Beberapa memanfaatkan waktu saat anak sekolah/tidur siang/tidur malam. Nah ini.. berhubung Azka bobok siangnya suka nggak ketebak jam dan lamanya, plus kalau malam habis Isya saya biasanya juga udah teler, jadi terpaksa realistis deh dengan dua opsi tersebut. Tinggallah opsi sekolah..

Sebenernya sejak sebelum genap dua tahun, Azka udah mulai nebeng sekolah di PAUD deket rumah. Kenapa dibilang nebeng? Karena ga serius sekolah hihi.. Seragam aja nggak beli :p Niatnya murni supaya Azka belajar bersosialisasi aja, karena di lingkungan rumah kami rata-rata anaknya udah usia SD ke atas. PAUD ini masuk tiga kali seminggu, sekolahnya mulai jam setengah sembilan sampai jam sepuluh. Lumayan laahh.. Azka jadi bisa ketemu teman sebayanya, karena ternyata cukup banyak anak seusia Azka yang nebeng sekolah di sana juga hihi..

As time goes by, itu ternyata nggak cukup buat Azka. My lovely son mulai minta lebih. Kalau nggak waktunya sekolah doi biasanya merengek 'mau ke lumah bu gulu' -ke PAUD maksudnya :)). Azka juga lebih gampang cranky kalau di rumah cuma berdua sama umminya. Dulunya kalau capai banget saya bisa pesen 'Azka main sendiri dulu ya, ummi mau bobok'. Sekarang boro-boro... adanya umminya ditarik-tarik..'ummi cini.. cini..'. Rebahan dikit udah ditegur, 'ummi duduk.. duduk..' sambil nepok-nepok lantai. Hiks..beneran butuh temen, nih, buat nyalurkan energinya yang ekstra.


Akhirnya muterlah emaknya, dan ketemu deh sekolah-sekolah yang menawarkan fasilitas baby school. Jadi baby school ini ibaratnya tengah-tengah antara baby daycare sama PAUD. Mungkin awalnya untuk menjembatani anak-anak yang dititipkan tapi udah terlalu besar untuk masuk baby daycare kali, ya, dan masih terlalu kecil untuk masuk PAUD. Setelah survei beberapa waktu, akhirnya menjatuhkan pilihan pada salah satu baby school..

Senengnya sama baby school yang satu ini, anak-anaknya relatif banyak, jadi Azka bisa punya banyak teman dengan berbagai karakter. Kurikulumnya juga menarik dan sesuai usia mereka. Waktunya pun cocok, Senin sampai Jumat, durasinya mulai jam delapan sampai setengah 11 siang. Last but not least, visinya baby schoolnya ini cocok dengan nilai-nilai yang kami ajarkan di rumah. Di usia emasnya ini kami betul-betul kalau bisaa menjaga banget supaya Azka nggak terkontaminasi yang aneh-aneh dulu hehehe..

Alhamdulillah so far Azka betah di sana, walaupun sempet kangen dengan PAUD-nya yang lama. Masih dalam kategori wajar lah ya, namanya di sana udah setengah tahun, yang ini baru hitungan hari. Bersyukurnya Azka selalu excited ketemu cucajah (ustadzah) dan cemen-cemen barunya :)) Saya masih mengobservasi terus perkembangannya Azka di sana, apakah dia happy atau enggak. Semoga sih happy terus ya, Nak :)


Nah, terus apa hubungannya Azka sekolah dengan menejemen waktu saya? Harapannya sih dengan Azka sekolah tiap hari, kegiatannya dia jadi lebih teratur, dan ngurangin frekuensi cranky-nya dia di rumah. Thus, saya jadi lebih mudah untuk membagi waktu. Dua hari di awal sekolah sih udah mulai keliatan. Pulang sekolah Azka main sebentar, makan siang, trus langsung bablas bobok. Lumayan dua jam di siang hari bisa saya gunakan untuk benar-benar fokus bekerja. Sore hari Azka bangun dengan segar, saya bisa full lagi main sama dia sampai malam. Biasanya karena Azka kadang bobok pagi, kadang bobok sore, kadang juga nggak bobok sama sekali, kadang bobok sebentar tapi di dua waktu, saya jadi agak pontang panting ngurus ini itu, dan nggak bisa bikin janji yang pasti sama orang-orang. Cukup dua jam tapi kalau konsisten tiap hari Insya Allah efeknya bakal luar biasa..


Walaupun awalnya usaha ini dibuat untuk mengisi waktu senggang, tapi sekarang udah nggak bisa dibuat main-main lagi karena banyak orang yang ikut saya.. Harus dihandle dengan lebih serius.. Jadi bisa bagi-bagi rezeki ke yang lain, dan jadi ladang dakwah juga, Insya Allah :)


Goal saya adalah membuat sebuah sistem yang sudah stabil, jadi secepatnya saya udah bisa seperti temen-temen lain yang menyerahkan teknis usahanya pada asisten..
Supaya saya bisa punya waktu lebih banyak buat Azka...dan adik-adiknya nanti...

Dan bapaknya juga dehhh ;p


Temen-temen ada yang punya bisnis berawal dari rumah seperti saya juga? Sharing dong, I'd love to hear! :)