Showing posts with label afterlife marriage. Show all posts
Showing posts with label afterlife marriage. Show all posts

Friday, December 22, 2017

Lima

Hari ini, lima tahun silam, dengan tersuruk-suruk saya berjalan ke kamar mandi untuk berendam dengan air ratus (atau apapun itu) sebelum menunaikan solat subuh terakhir dalam kondisi sebagai seorang single. Dalam bak air hangat yang disiapkan Ibu untuk menyambut hari spesial itu, pikiran saya campur aduk antara, literally, pusing karena kurang tidur (semalam begadang mengerjakan hiasan untuk photobooth resepsi), sampai ke segala perasaan absurd yang mungkin dirasakan oleh semua calon pengantin. To be short, setelah subuh ibu-ibu perias datang, saya mulai dirias, dan segala sesuatunya mulai terasa cepat sejak saat itu.


I won't say cheesy things like I love you, I promise. After these years, cinta itu menjadi sesuatu yang kadang terasa unreal dan susah terdefinisi (apalagi kalau lagi-lagi lihat baju kotor geletakan tidak pada tempatnya). 


Saat memutuskan untuk menerima pinanganmu dulu, saya tahu bahwa menikah bukanlah melulu piknik bertaburan cahaya matahari di padang rumput berbunga, tetapi tetap saja badai yang datang mengagetkan. Namun darinya saya belajar bahwa pernikahan adalah lifetime journey, bahwa segala kebahagiaan atau apapun yang ingin kita rasakan dalam pernikahan, haruslah diusahakan. Kalau sekedar manis-manisnya pengantin baru, rasanya kita sudah selesai di tiga bulan pertama ketika pertama kali berantem hebat ya, Bi, wkwkw.. But, that's the commitment we make, dear, yang membuat kita bertahan selama ini. Belajar, belajar, dan belajar terus untuk saling memahami, saling menyesuaikan, to make this marriage works.



Semoga pernikahan ini berkah..
Kita bisa bertumbuh bersama anak-anak..
Menjadi orangtua yang solih-solihah, dan mencetak generasi yang demikian pula..
Semoga perubahan apapun yang terjadi pada diri kita, adalah perubahan ke arah kebaikan.


Selamat tanggal 22 yang kelima..
Sakinah mawaddah wa rahmah till Jannah, Insyaallah :)

Tuesday, May 12, 2015

A Housewife Dilema

This post had been started written in May 1st but finished in May 12th
--------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kalau flashback ke belakang, katakanlah lima tahun ke belakang saja, mungkin tidak akan terbayang beginilah kehidupan saya sekarang. Dalam imajinasi paling liar, bahkan dalam plan paling buruk (saat itu) tak mungkin terbayang bahwa saya saat ini, tahun 2015, di pagi hari yang cerah di Hari Buruh, sedang menikmati momen yang sangat langka bernama me-time, di sebuah kota kecil di utara Pulau Jawa. Ada batita yang tidur lelap di kamar sebelah dan di halaman tumbuh lebat pohon labu yang baru saja dipanen, buahnya dibuat kolak yang mengepul hangat menemani saya menulis.

 

Betapa Allah bekerja dengan cara yang misterius.. salah satu frase favorit saya.

 

Namun memang begitulah adanya..

 

Sementara saya menulis, angin berdesir lembut, menggoyangkan vitrage dari jendela pondok mungil kami; saya bersyukur. Sepenuh hati bersyukur. Syukur yang dibalut takjub pada kuasa Allah; pada rencanaNya yang mengejutkan. But as every surprise gift… mengejutkan tapi menyenangkan. Walau dalam beberapa bagian kadang terasa lucu. Bayangkan saja.. dari yang awalnya bercita-cita lulus kuliah langsung merantau ke Jakarta, bekerja di media, tinggal di apartemen dan nongkrong di Kemang ba’da kerja, lha kok sekarang jadi ibu rumah tangga, ngurusin bayi dan bercocok tanam di waktu senggang. Eaaa…kata anak sekarang. Most amazing part-nya adalah kok ya saya enjoy aja gitu lho..dan ini pilihan sendiri. Jadi memang perannya Yang Kuasa luar biasa sekali membolak-balik hati saya dalam hal ini; yang awalnya terlihat menarik jadi tidak, begitupun sebaliknya..

Saya ingat perjalanan saya tiga hari ke Jakarta (dulu, taun 2013. Sendiri saja tanpa suami, hanya mau nostalgia dengan kawan lama) yang dipenuhi agenda ngantri busway, berdesakan di busway, nungguin macet di dalam busway. Alamaaak.. hidup kok rasanya habis di jalan (all hail for Jakartans yang sanggup menghadapi semua ini every single day!). Bubar jalan keinginan merasakan hectic-nya ibukota. Biar pak sopir sajalah yang pusing liat mobil berjejal-jejal, saya duduk anteng di kursi belakang; sambil update Instagram atau tidur ayam, bangun-bangun sudah sampai Plaza Indonesia. Tentu itu ngayal. Mana ada gaji jurnalis pemula bisa bayarin sopir pribadi apalagi naik taksi setiap hari. Permisalan saja lhoo… kalau dulu saya jadi jurnalis beneran di ibukota..

 

Sebentar, saya jadi lupa awalnya niat nulis apa -.-"

Ya begitulah intinya.. saya sangat bersyukur dengan kondisi saat ini. Terlihat jauh dari riak, tapi bukan berarti tanpa tantangan. Tantangannya mungkin lebih ke pertikaian dalam diri.. Terkadang melihat kawan lain sudah begini begitu, saya kok merasa begini-begini aja. Seolah jadi IRT adalah stempel mati bahwa selamanya akan berkutat urusan anak dan rumah. But, hey, adakah yang salah dengan itu? Saya rasa tidak, kalau memang itu adalah pilihan murni seseorang. Malah jadi ladang pahala. Hail to every IRT yang bisa stay di rumah 24/7 ngurus suami, anak dan rumah, apalagi kalau tanpa bantuan rewang. Kalau saya mah tidak bisa, atau belum bias deh.. Bebersih rumah sendirian sangat takes time dan melelahkan buat saya. Kalau masak masih okelah.. karena hobi juga. Prinsip saya, mah, waktu dan tenaga kita terbatas. Jadi kalau ada kerjaan yang kira-kira 80% bisa dikerjakan dengan baik oleh orang lain, maka delegasikanlah saja hehehe...

 Aduh, sebenernya saya ini mau ngomong apa sih.. Oh ya, pertikaian dalam diri..

Saya mah suka galau kadang-kadang kalo liat si A atau si B. Namanya manusia yaa..durian tetangga selalu terlihat lebih menggiurkan. Padahal si A si B mah bisa jadi galau juga kalau liat saya haha.. Situ punya karier oke, tapi galau jodoh. Sini Insya Allah udah ketemu jodohnya tapi definisi kariernya masih ngambang... daan sebagainya. Ya ya ya.. wajar ya sekali-kali galau, namanya manusia. The most important thing is cepet-cepet ingat dan bersyukur aja. Inget kalau duren tetangga yang keliatannya lebih besar belum tentu dagingnya setebel dan semanis punya kita. Bahkan bersyukur at least kita punya duren daripada ada tuh yang ga punya duren walaupun kecil dan rasanya sepo* (ini apa yak kok malah ngomongin duren?? Penting banget yaaa perumpamaannyaaa..). 


C'est la vie**



Balik lagi soal stempel mati IRT...
Well, since I know from the first time kalau saya bukan tipe yang bisa diam aja di rumah, for me it just a matter of time saya mulai asyik lagi denga beragam project seru yang biasa saya kerjain. But for now, Azka is my top priority. Saya tahu bakal nyesel banget kalau sampai ngelewatin fase pertumbuhannya Azka. Soal jualan, ngedesain, bahkan sekolah lagi, akan ada banyak waktu untuk itu. Nanti. Tapi kalau ngeliat Azka tumbuh? Tinggal tunggu waktu aja dia mulai asyik main sama temannya dan ga ngintilin umminya ke manapun kayak sekarang :)



Jadi begitulah..
Curhatan saya kali ini...
Maapkeun kalau banyak muter-muternya dan agak gak nyambung prolog sama epilognya... hiksss
Begitulah kalau kelamaan ga nulis. Jangan ditiru ya sifat suka ketidurannya yang bikin jadi ga sempet-sempet nulis terus.


I really miss writing. I hope I will have plenty of time in the future to do this routines..
Will try my best to catch up soon!


Much love from Ummi Umar




 *bahasa jawa yang artinya hambar
**bahasa prancis, artinya kira-kira "yahh..begitulah hidup"

Friday, April 3, 2015

Selamat Milad, Anakku...

 

5 April 2014. Umar Azka, 2 days old :)
 

Ini adalah draft kedua yang Ummi tulis, Nak, setelah draft yang pertama dengan sangat terpaksa dihapus karena terlalu...cheesy?


Tapi memang Ummi jadi gampang cheesy kalau berhubungan sama Azka..



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


It feels like yesterday...

Mi menemukan blood spot yang keluar bersama lendir dari jalan rahim. Unexpected.. karena Azka perkiraan masih baru akan lahir 10 hari lagi.

Dini hari itu, Nak, menjelang pukul dua, Mi berasa dalam mimpi, naik taksi bersama Utimu ke RS. Terlebih ketika perawat memastikan air ketuban Ummi rembes dan Mi harus bedrest di RS sambil menunggu kontraksi. Seriusan gue mau lahiran sekarang?? Bahkan tas perlengkapan yang sudah siap sedia pun tidak Ummi bawa ke RS. Eh seriusan ini??

Long story to be short, setelah hampir 12 jam Azka belum mau keluar sendiri, Mi akhirnya harus diinduksi. Ya Allah..betul-betul Mi nggak tau sebegitu sakitnya diinduksi..rasanya mau mati. Waktu terasa begitu lama. Rasa sakit yang berputar-putar membuat Mi nyaris kehabisan tenaga. Untung ada Abi di samping Ummi, yang menangkap gerakan lemah Mi saat minta disuapi pisang atau pocari untuk booster energi. Utimu? Hanya bisa memantau dari kejauhan karena ga tega melihat Ummi kesakitan.

Akhirnya sayang.. pukul 21.50 kamu lahir. Tangis pertama Azka membuncah bersamaan dengan hilangnya sakit pada tubuh Ummi. Bayi Ummi..kesayangan Ummi.. Mi teringat berucap "lucunya..lucunya.." bersamaan dengan airmata yang menderas di pipi. All the pains were paid off.



Umar Azka Al Faruq Wahid. Pemimpin yang paling bersih pembeda antara yang haq dan yang batil.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Anakku...
Hari Azka genap berumur setahun. Usai sudah masa menghitung usiamu dengan hitungan bulan..

Anakku...
Akan tiba masanya Ummi Abi tidak ada di sampingmu untuk melindungi Azka... betapapun inginnya kami. Akan tiba masanya Azka melihat dunia dengan cara yang berbeda. Betapa dunia tidak sekedar hari ini bermain tanah bersama Abi... disuapin makan sama Ummi.. Akan tiba masanya dunia terasa begitu kejam dan tidak adil..Tapi di sanalah, Nak, tantangannya... Di sanalah Azka harus ikut berperan, jangan menjadi mereka yang hanya berani diam dan ikut arus. Sampaikanlah kebenaran walau itu pahit, Al Faruq! Berpeganglah pada buhul tali yang kokoh, Islam. Gantungkanlah hidupmu hanya pada Allah SWT.

Anakku...
Baru kemarin rasanya Ummi memandikanmu dengan hati-hati.. menggendongmu dengan mudah.. berbaring di sampingmu dan berpikir, apakah Azka sudah bisa mengenali Ummi. Sekarang Azka sudah bisa jalan..Ummi kalau nggendong Azka rasanya beraaat banget. Azka juga udah bisa diajak main petak umpet dan selalu mau ikut kalau Mi pergi..

Doa Ummi, Nak, semoga Azka menjadi pribadi yang jauuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhh lebih baik dari Ummi dan Abi dalam segala hal. Semoga Allah menjaga Azka selalu berada dalam keimanan... Sehingga pada saatnya nanti kita bisa berkumpul bersama di Jannah-Nya.

24 Agustus 2014. Azka dan Ummi di suatu pagi yang cerah

Selamat berumur setahun, Kesayangan. I love you too much :)



Thursday, November 13, 2014

The Name

My baby, seven days old when having his aqiqah

Umar Azka Al Faruq Wahid


Umar derived from Umar ibn Al Khattab and Umar ibn Al Aziz, Both were great caliphs. 
Azka (arabic) means purest, holy 
Al Faruq (arabic) means "the one who distinguishes between right and wrong". It was the title earned by Umar ibn Al Khattab
Wahid (arabic) means the first, and also his father's name

  
"The purest and holy caliph who distinguishes between right and wrong"

 -pemimpin yang paling bersih dan suci, pembeda antara yang haq dan yang batil-


"Giving name works as pray. So pray as long as you can"
Widya Reswari, 2014

Wednesday, October 8, 2014

A Humble Hello

Our baby, right after seeing the world for the first time :)



Assalamualaikum dear readers..

Seneng banget akhirnya bisa bener-bener aplot tulisan di blog :) Maafkaeun untuk postingan hamil saya yang mendadak berenti, not to mention penulisnya yang juga tiba-tiba ngilang selama..well, 6 months to be exact? Literally the longest hiatus I have ever made ya..

Well, ga ada excuse lain selain saya bener-bener sibuk di minggu-minggu terakhir menjelang kelahiran si dedek..belum lagi kelahiran si Cibon yang maju 10 hari dari perkiraan, bener-bener bikin kaget dan bikin Plan A langsung loncat ke Plan Z hehehe.. That's why, jangankan buat duduk anteng di depan kompie, bisa tidur nyenyak aja bener-bener jadi sebuah kemewahan buat saya.. (ini si dedek lagi tidur anteng banget jadi saya finally bisa nulis sedikit.. hooray!)

But afterall, sekarang si kecil yang dulu dipanggil Cibon udah genap berumur 6 bulan. Insya Allah kedepan akan lebih banyak waktu luang dan energi untuk nulis, since that restless nights already over (aamiinn!). So, see you very soon, eh? :)


Much love from me and not-longer-called-Cibon

xxx


Wednesday, February 12, 2014

Obgyn Visit 4#: Cibon in 6th & 7th Month Recap

Haloo teman-teman semuaa... Jumpa lagi dengan umminya Cibon dan Cibon yang udah makin gede di perut, yeyeyee..umumumu... :3

Sudah lama banget ya gak cerita-cerita soal perkembangannya Cibon.. Terakhir saya cerita soal Obgyn Visit yang ke3# which was last October..Weww lama banget..sekarang aja udah Februari ya.. Ke mana saja kah sampai ga bisa nulis? Jujur ga inget..time really flies so so fasttt.. Kayaknya baru kemarin ngerasain yang namanya almost-all-day sickness, sekarang kalau makan udah kayak sapi aja..kayaknya baru kemarin bingung tiap liat USG Cibon, sekarang udah bisa ngenalin mana bokong mana kepala..ya ampun..kayaknya bener2 tanda kiamat nih waktu udah makin kerasa cepat.. #sedih

Jadi biar gap ceritanya gak terlalu jauh dan para pemirsa juga masih bisa nyambung, let me sum what you've been missed for the past..emm..3 months?

Jadi kalau di cerita terakhir itu Cibon kira-kira usianya udah 4 bulan kan ya.. Itu cerita pertama kali saya kontrol ke dokter U. Nah di bulan selanjutnya yaitu Cibon masuk umur 5 bulan, saya masih kontrol di dokter U. cuma kali ini kontrolnya pagi.. Jadi Sabtu pagi saya sama suami ke sana.. Saya gak begitu inget detail sih kontrol saat itu gmn..yah yang pasti tetap hepi lah namanya ketemu anak walaupun cuma lewat layar hehe..tapi yang jelas pas kontrol di bulan itulah saya mulai banyak nanya. 

Belajar dari pengalaman bahwa don't trust bumil memory, saya nulis tuh catetan di hape dari beberapa hari sebelumnya.. Mulai dari kekhawatiran BB yang waktu itu masih naik 3 kiloan apa ya..terus gimana soal perjalanan darat Tuban-Sby masih aman sampai usia berapa ya, sampe hal yang mungkin remeh kayak kapan sih harus mulai beli bra menyusui dan gimana dengan ukurannya..well, such things.

I don't know.. tapi pas nanya hal-hal yang mungkin remeh buat sebagian orang tapi mungkin tidak buat saya, di situ malah saya jadi kurang nyaman sama ibu dokter ini. Duh maaf ya bu.. Bukannya tugas dokter itu ya salah satunya menenangkan pasien ya? Tapi saya kok malah jadi inferior..dibilang ini itulah..padahal bukannya sok mau ribet usia lima bulan udah nanya bra menyusui..tp tolong deh ya, kepengen gitu bulan-bulan mendekati kelahiran udah beres semua sampai printilannya. Jangan harap deh udah dua minggu sebelum lahiran gue masih pusing beli apaa gitu yang kurang. Iya kalau suaminya gak kerja 6 to 6. Iya kalau ada sopir atau at least orang di rumah yang bisa nganter-nganter (nasib ga bisa nyetir mobil, huft..). In fact kan kemungkinan besar minggu-minggu terakhir menjelang kelahiran itu saya sendirian di Surabayahh.. Belum tentu juga ntar masih se-fit sekarang..wong sekarang jalan dikit aja udah sanggup bikin pegel-pegel berkepanjangan kok... After all, kalaupun saya dianggep terlalu ribet bisa dong ya nasehatinnya enak dikit... Helloo.. ini baby pertama ya..kayaknya normal deh calon ortu baru banyak nanya.. So I suppose it is you, not me, who should put extra effort to understand. Kan tiap hari juga kerjaannya ngadepin ginian.. heran deh.. --"

In that point, saya jadi kangen obgyn saya sebelumnya. Despite antrian gak manusiawinya, as a doctor, she's def good. Walopun udah malam, saya banyak tanya, beliau tetap njawab enak walaupun memang seringkes mungkin. Tapi paling ga dijawab gamblang dan enak (plus masih senyum bok).. Ga kayak yang ini nih.. pasiennya ga ada, masih pagi, mau konsul nyante ga enak.. huhh..jadi yang namanya kesan pertama itu bisa salah juga ya..hmm..

Waduh kok jadi ngomel... yaudah intinya begitulah. Jadi saya agak-agak sedih waktu pulang. Untungnya habis gitu nemu tempat sarapan baru yang murah dan enak jadi mood membaiklah hehe..

That's waktu Cibon 5 bulan...

Terus kan masih galau tuh ya ntar mo lahiran di mana.. Di Tuban, masih agak enggg sama dokter n RSnya.. klo di Sby takut ntar suami ga nutut nungguin..macem2 dah pertimbangannya.. Tapi akhirnya Sby wins.. Ini sebenernya papi Cibon yang lebih prefer. Kalau saya pertimbangannya lahiran di Tuban karena kemungkinannya lebih besar bisa ditungguin suami, nah bapaknya, as most of guy, liat dari sisi rasionalnya dong. Di Sby RSnya fasilitasnya lebih oke, banyak pilihan juga, dekat rumah, banyak saudara, kalau ibu datang juga enak nungguinnya karena ada rumah..belom ntar kalau ngurus-ngurus akte juga lebih mudah karena papi-mami cibon KTP Sby, dll.. Toh tuban Sby juga ga jauh, kata si papi Cibon gitu, menghibur saya. Ntar kalo saya dah mules-mules, langsung dah dia mo cuss ke Sby.. katanya.. Saya sih diem aja, tapi setengah mati berharap kalau Cibon pas mau lahir dan bapaknya masih di Tuban, moga-moga doi ga langsung lahir dulu tp nunggu bapaknya datang haha..*aminin sekuat hati*

Terus apa ya? Hmm..oyaa..jadi setelah fix insya Allah ntar lahiran di Sby, mulai dong ya hunting dokter dan RS di Surabaya. Alhamdulilah selama ini ada RS yang jadi langganan kalau berobat. Dekeet banget ama rumah, paling 15 menit, fasilitas oke dan pelayanan memuaskan. Jadi dari awal juga saya pengennya tar lahiran di situ. Jadi ceritanya ini milih RS dulu baru nyari obsgyn cewek yang praktek di situ hehe... Nah karena pas cuma ada satu obsgyn cewek yang praktek di RS tersebut, yaudin hehe.. Oya dokternya kita sebut saja dokter M :D

Awalnya sih masih bingung kapan harus mulai kontrol di Surabaya...orang-orang bilang sih mulai 8 bulanan gitu juga gak papa.. Tapi pas Desember kemarin ada jadwal jualan  di Surabaya yang deketan sama jadwal kontrol Cibon, akhirnya mutusin buat langsung nyoba kontrol ke dokter M saat itu juga. Pertimbangannya, kalo misal gak sreg banget sama dokternya kan masih ada waktu buat kontrol ke dokter lain hehe..

Singkat cerita dua minggu sebelumnya udah daftar buat kontrol, dapet giliran nomer 1.Katanya dokternya praktek jam 10, tp hampir jam 11 baru dateng... Oya pas kontrol pertama ke dokter M ini calon mbahnya Cibon alias ibu saya ikut. Padahal baru menempuh perjalanan darat 6 jam + flight paling pagi ke Sby, terus kena macet karena adik saya yang ngejemput salah pilih jalan.. Singkat cerita, belom mandi dan sarapan, tapi begitu sampe rumah Surabaya dan liat saya belum berangkat langsung pengen ikut. Pakai acara bawa sangu tablet juga katanya buat ngerekam hasil USGnya haha.. tapi begitu sampai ruang praktek dokternya malah jadi gocik karena katanya malu kok rame-rame masuknya. Jadinya akhirnya saya dan papi Cibon aja yang masuk deh :))

First impression..dokternya ga seperti yang saya bayangin haha.. Dokternya cantiik sekali, jilbabnya panjang, pake make up tapi gak menor..yah pokoknya cantik deh. Ruang prakteknya enak, apalagi lantainya parket jadi kesan warm-nya dapet haha.. Ditanyain pertanyaan standar soal haid terakhir bla bla itu sebelum akhirnya di-USG. Dan buat nyenengin mbahnya Cibon, sama suami direkam dong pas dokternya lagi nge-USG.. 

After ngecek sana-sini dan memastikan bahwa Cibon sehat-sehat aja di dalam, akhirnya keluarlah pertanyaan pamungkas yang udah ditahan mami Cibon sejak lama; JENIS KELAMINNYA APA, DOK?? 

Awalnya agak pesimistis, ngira bakal dapat jawaban klise macam..ohh belum keliatan..ntar ya kalau udah bulan ke sekian..eh tapi ternyata dokternya bilang "sebentar..*muter-muterin alat USG, mungkin nyari posisi yang tepat*..kayaknya COWOK" Haha alhamdulillahhhh... akhirnya kamu punya kelamin juga nakk!! Terus ditunjukin tonjolan yang emang keliatan kayak p*nis.. Oalah yaa..yaa.. emang keliatan banget sih kalau itu cowok...hehe... Mami Cibon langsung cengar-cengir karena udah gak penasaran lagi.. Papi Cibon juga gak kalah senengnya... Walaupun cewek sama cowok sama aja, apalagi buat anak pertama, ga tau kenapa papi Cibon pengennya anak pertamanya cowok. Kalau mami Cibon sih lebih ke alasan sentimental; kalau anak pertamanya lahir di luar bulan Februari atau Maret, kalau bisa cowok (ga usah tanya alasannya, males ngejelasin, terlalu sering diceritain di sini kayaknya hehe..) Ya gitu deh.. akhirnya kami berdua cengengesan kayak orang dapet doorprize sebelum balik lagi duduk di ruang prakteknya..

Oya..pas Cibon enam bulan ini ga ada print hasil USGnya. Kalau kebiasaan di Tuban, tiap USG ya sekalian di-print hasilnya, jadi jasa dokter udah include print USGnya itu.. Nah, saya pikir mah di sini juga gitu.. ternyata enggak. Jadi pas udah kelar trus saya nanya print USGnya ternyata dokternya ga nge-save screenshotnya yang unyu-unyu.. cuman bagian kepala doang...jadilah eman kalau diprint.. Belakangan baru tau kalau mau di-print hasilnya bilang dulu di awal karena ada charge tambahan di luar jasa dokter.. *note buat kunjungan selanjutnya*

Waktu kontrol bulan keenam ini highlight-nya kan tau jenis kelamin Cibon (jadi kamu tetep dipanggil Cibon ya nak, bukan Cibonita..).. Nah lain lagi pas kontrol bulan kemarin alias pas tujuh bulan. Awalnya agak bete karena gara-gara daftar dokternya baru H-7, dapetnya urutan kelima...Aduhhh udah ngebayangin aja bakalan sampai siang tuh di dokter. Tapi ternyata ga bete-bete amat nunggunya, dan alhamdulillah sebelum dzuhur udah masuk ruang prakteknya. Nah..pas nunggu itu saya inget temen saya bilang coba kalau USG debay-nya diajak ngomong dulu..biar nurut pas USG. Mungkin maksudnya biar posisinya unyu-unyu kali ya atau gimana...yang jelas saya inget itu.. jadi saya elus-elus deh perut sambil ajak omong Cibon habis gini ketemu mi sama abi yaa..yang nurut ya sayang.. Sugesti atau tidak, ternyata ada kejadian di luar dugaan nantinya :))

Dokter M waktu pertama kali ketemu kan agak jutek, nah pas kontrol kedua ini kok friendly banget.. jadi saya seneng. Pas USG sempet kaget kok dari panjang tulang punggung dan diameter kepala (kalau ga salah) usia Cibon udah 30 minggu aja.. Saya nanya ke dokter dan dibilang bayinya agak besar, jadi kayak janin usia 30w padahal aslinya masih 28 minggu-an. Saya kaget banget hihi...karena BB sempet naik sembilan kilo padahal badan ga tambah endut blas..nah ketauan tuh sembilan kilo di mana ternyata :))  Ngeliat saya kaget bu dokter bilang ukurannya masih normal dan ngewanti-wanti saya buat ga diet. Haha ga mungkinlah dok, naikin BB aja setengah mati hehe...

Terus kejadian yang gak diduga adalah..Cibon ternyata banyak gaya di perut sodara-sodara! Jadi keliatan tuh mulutnya lagi ngecap-ngecap, mboh lagi makan apa kamu nak..:)) Dokter M sampai ikut excited juga liat Cibon. Dan pas lagi asyik merhatiin Cibon, ehhh tau-tau CIBON ANGOP. Haha..ampunn..nguap lebaaarrr banget. Action dia kata dokter M sambil ketawa-ketawa. Papi Cibon yang lagi ngerekam juga jadi cengengesan. Aduh seneng banget rasanya kalau pas di USG gini Cibon keliatan tingkahnya macem-macem. Jadi ga sabar pengen cepet-cepet lahiran :))


habis ngecap-ngecap trus angop... haha ibu bapaknya banget nih. habis makan trus ngantuk :D
Oya saya sempet tanya lagi jenis kelaminnya... dan tetap cowok alhamdulillah.. Bukan apa-apa..walaupun memang belum ada yang pasti tapi jujur sampai sekarang belum nyiapin nama buat anak cewek blas...jadi mudah-mudahan beneran cowok ya kamu nak, biar mi sama abi ga pusing-pusing lagi hihi...Mudah-mudahan kesenengannya mi baca surat Yusuf instead of surat Maryam jadi pertanda kalau kamu memang laki-laki ya nak :)

Btw kalau dilihat dari USG, dagunya Cibon bagus ya? #OOT

Yah sekian dulu cerita tentang Cibon sampai kontrol ke-7 bulan kemarin. Sebenarnya banyak yang pengen diceritain, tapi ntar deh di postingan lain biar gak terlalu panjang hihi... Ohy a trims lho buat yang suka mampir ngintip-ngintip postingan curcol saya terutama tentang expecting a baby ini! Seneng deh kapan hari ada yang bilang "eh aku ngikutin blogmu lohh.." Haha.. ada juga yang baca tulisan curcol beginian.. (Halo Mbak Niendy! baca ini juga gak? :D)


I'll be around very soon fellas! Much love from Umminya Cibon and Cibon ♥♥

Sunday, January 26, 2014

Nesting



Finally we go into tropical house. Not that tropical since the real one will use tons of woods and it is too costly for us. So we made a few adjustment instead.

And it may also doesn't look that alike the 3D model above..well, to be honest we changed our mind (sometimes) during the building process..so yes, there were few adjustment again.

It may not having the spacious kitchen or backyard that I've been hoping for, and some part didn't turn out like we were hoping for, but still, it is our first nest so we feel a bit sentimental about this house.

I'll share the pic later when our nest is finished. Hope everything will be settle before I give a birth!


PS: I guess we will have so much fun decorating the house. Finally, our own house! Alhamdulillah Ya Allah.. :)

Saturday, January 25, 2014

The Early-Year List

Here we go..the ritual of the new year heheh.. making resolution! Before we off to that, let's evaluate 2013's resolution!

1. Pregnant
     Alhamdulillah...Allah give us one of the best gift for our marriage so far :) maybe it's a bit late than the time we have anticipated before, but we know it is the best decision coming from Allah :) Insha Allah if everything run smoothly, I will giving birth in the almost midst of April :)

Read my pregnancy journey here!

      2. Writing at least one book
       Failed :( I guess all the blast of newlywed life made me forget of this one..

      3. Giving rebirth to Dear Darla
        Another alhamdulillah.. Started around March/ April 2013 I finally make up my mind and heart (and money of course) to broaden my line into woman outfit called The Darling. For now we are selling scarves and woman outfit which is hijab friendly. We started with blouse, blazers, pants..simply the basic items. But who know where the wind will blows?  Beside that, I still keep my half-idealistic brand that now become a supporting brand, Dear Darla Cafthings. If you have something to do with accessories/ scrapbook/ personal gift/ etc, don't hesitate to tell us!

Check our instagram account here!

       4. Doing more artsy thingy
       One artwork a week..that's what I said last year. I guess that's a wide definition of artwork. I did a lot of photowork/editing/designing last year! But I am looking forward to do more sketches this year for sure!
I love making quote cards! Here are a few of my design that I use as gimmick for every The Darling's product purchasing :)

      5. Moving to a new house and decorate it to keep my artsy spirit alive
       I didn't do too much decorating work in our rented house. It's because it turned out that the renovation didn't really suit my taste so just called me lost my mood. But alhamdulillah again.. it's beyond our expectation, we got a precious opportunity to have our very own house! The house building is under process but I'll share some of the sneak peek soon :) You also can read my old post about finding that dream house here 

      6. Make a finance plan and take care our lil family finance
       I have made a separate bank account for family money, savings, and business of course. We did a regular evaluation about what we need/ will buy/ sort of things. There were still minus in here and there so we keep on learning! :)

      7. Submit hajj application
       Alhamdulillah... done. It is every moslem dream to see Baitullah. Labbaik allahuma labbaik :)

     8. Learning more about business and invest
    We did a bit of investment and plan to gain more knowledge about that this year :)


And now..it's time for



I can't wait to launch Dear Darla x The Darling new website..
Can't wait to take this brand into the next level..
Also can't wait to launch my new personal project!

Can'wait to start the new chapter of my life, parenthood!
Can't wait to live in our new house..and decorate it heheh..

I will learn about reksadana syariah..
Learn about other form of investment beside gold..
Learn to save more!

I vow to keep persistent with my one day one juz program.. and my other spiritual program..
Dress more modest and syar'i. Hijab must cover over the chest and use socks everytime I leave the house!


Bismillah, I can do it!


Hey, have you share your resolution yet? It's good to write it down to remind yourself, you know, whether you lost your direction or whatsoever... Share you're dream! Who knows anyone out there will help you reach them faster than you think? :)


I'll keep updating soon! Much love from me and my little peanut, Cibon!

Friday, January 24, 2014

♥ Heartwarming Holiday ♥

Beautiful hydrangea that I accidentally spotted during holiday

Tasty warm-served serabi in Jalan Lawu, Cilacap

Having a very goood times sharing stand with the girls of @kamicinta during Sunday Market vol.4 Tokyo Rising :) I looked like a watermelon, eh? :p

I couldn't see my own feet, thanks to this bomby womby 

Family retreat in this place. I never really into mountains, but this one is an exception

The view of the tea garden was amazing. Too bad it was raining all day long..wondering it will be way more amazing in the sunny day

The first The Darling photoshoot using my brand new artificial grass carpet haha! So much fun!!

So, did you have a heartwarming holiday as well? I'd love to hear!

Sunday, December 22, 2013

The First From Forever

Can't believe that our marriage turns out one year old today.. Can't believe that I have been married this amazing guy for a year.. It still feels like yesterday we stare, held each other hand, feeling grateful for being officially halal and now we both mesmerized for the fact that we have been sharing the bitter sweet of life for 365 days together . I hope (and I guess we will do it well!), that it is really the first anniversary which lead to forever. Aamiin :)


#throwback 22.12.2012. Beautiful party in a more beautiful day with the most beautiful feeling 

We didn't make any particular party to celebrate our first anniversary. Actually I have work in that day (selling clothes in bazaar) but we plan to have lunch/dinner in our nostalgic restaurant that have just got the halal certificate from MUI.  I couldn't wait to taste their Chicken Cordon Bleu again haha!

Smiling all day long..despite my can't-be-hidden-anymore-pregnancy, we still look like a young lovebirds, eh? :p

Finally, HALAL! :D

It was a humble celebration but I was very happy that day :) I never ask too much for this kind of thing; the only-us time was more than enough 

Thank you Allah for Your grace over our life... Thank you honey for the amazing year, looking forward to spent the rest of my life with you  I love you and happy anniversary!

Wednesday, December 11, 2013

Welcoming December ♥

I know I have told you ton times that December is my favorite time of the year. But I don’t care, I will shout it once again; DECEMBER IS MY FAVORITE MONTH EVER!!! In December I have two birthday of special person in my life. First is my best friend Dila on 3rd (I almost forget! Not that I forget she had birthday on that day, but it’s more like I forget it was already December 3rd..) and my father on 24th (I don’t know will he be in Surabaya on the day or not. If so, maybe the whole family will have a dinner out or something like that). Beside that of course there is MY VERY OWN BIRTHDAY THAT WILL BE HAPPENED IN LAST DAY OF DECEMBER. Yes, in this 31st I will officially half century old. There were no any good about counting the number (hmpf) but just like every normal human, I am happy when the birthday is coming, whatever the reason is! Hehehe… Aannnddd last but not least, I WILL HAVE MY VERY FIRST WEDDING ANNIVERSARY IN 22ND!! YAYYYY!!! Oh my God, oh my God, I just can’t believe that time sure flies so faasssttt…especially if you enjoy every minute of it!

Well, since there are many special events this months, let me pick one that will be talked about today…hey, how about talking about my birthday first??? :D

I usually make a birthday wish list every year so it’s easy for everyone to decide which gift for me because it is feels fun. My boyfie (now my husband) used the list to throw a bday surprise gift for me in two years row so I know, it works for some people hehe… Last year I didn’t make any list since I was busy with wedding preparation but in the end of that December I was so happy that I got the best gift in my life so far; a hubby in my side. He woke up early to whisper ‘happy birthday, babe’ directly-no need telephone call now, managed to throw a birthday cake surprise-before his mom ruined it (accidentally), and we spent the rest of the night on the Cilacap to Surabaya bus, hugging each other, felt warm and blessed and of course full of happiness :’) I have no idea what will happen this year since I didn’t give him a decent celebration in his last birthday on June 19th…but let’s just have fun and make a list :D

25th Birthday Wishlist

1.    Wild Flowers by Colour, Marjorie Blameys’s




I fell in love in an instant when I saw this book in @ayangcempaka instagram account. I have tried local Kinokuniya, Periplus, Aksara and other bookstores that my friends had recommend but still I can’t find this baby... Ayang said she bought in Kinokuniya, but I think not in Indonesia, eh?


2.    Scripts, Steven Heller and Louise Fili’s


I.love.scripts.font. Enough said. Found this amazing book via Instagram too, now via @cindydwianjani. Truly agree with the caption.

3.    Lots of cool (and cheap!) fabrics

My kind of fabrics now, its shabby! Courtesy of @mariananugroho

Some of you may know that now I am running a little business called The Darling outerwear and beyond (beside Dear Darla Crafthings that firstly launched). It is a fashion label where I provide comfy, darling-ready to wear clothes (and beyond) which is hijab friendly. Actually it is a half-idealistic project since I rarely found local brand that suits my need for both syar’i and fashionable outfit. And like everyone in this business, seeing beautiful fabric (and get it with best buy price) is truly a satisfaction!

4.   Bon Classy shoes

My love is the one with pink heart. I hope they still have my number (is it 36? or 37?? /#$@%)

I met this docmart specialist when I attended SYC creative market this early December. I tried the shoes and surprised in how light-weighing and comfy it is. All of the cutie pies made me confused so I chose to discuss it with my hubby first and back to their stand later. But unfortunately I was forget to back until the event ended :(
 
5.  Baby gear
I will give a birth soon. Even we still don’t know about our baby’s gender, but things with neutral colors sure are kind of nice (and helpful gift) now hehehe..


6. Something pretty to fill my little home (soon)

All from their instagram account

I love the eclectic green couch and table.. I think the initial coffee table is absolutely gorgeous... And who can resist the beauties of shabby pillow! 

6.   Knick knacks or any illustration books
It is my all-time birthday gift. I will never resist it. Truly a major love. (Clues: now I am in vintage and shabby mood. But I never lost my lust for eclectic and bold patterns!)


Well, that’s it. I don’t have much wishlist this year. To be honest, one thing that I really would love to have/do is become a better person. I know it is the biggest cliche ever... but still and all, that is the humblest yet sometimes hardest thing to do, eh? :)


I'll be around soon, loveliest! ♥


PS: I am now on my way to 6 months pregnancy. Happy, I am almost teary :')

Friday, November 22, 2013

Between Deadlines

Hello! I am currently in hiatus mood. No, it's not about the lack of mood now but I am on a tight deadline. One magazine layout, three book covers and couple of illustration work must be submitted by next week! I am so much enjoying it but even that I have to say it's not easy to stay in front of the computer as much as I did before...this lil sprout seems doesn't really like that idea! I get terrible hangover and over exhausted if I did so...

By the way, this little pumpkin turn 20 weeks now. I am super excited to know the gender but seems I have to wait until next month! I can't wait to do baby clothes shopping hihi... The future dad is excited as well, he spend more times talking to my bump, telling he/she about my flaws and how he/ she shouldn't be as fussy as me and should take bath more! How inappropriate...

I am planning to give a birth in Surabaya. Actually I feel safer if I can stay with my husband until the time...but after thinking about other possibilities, the plus and minus, all that, we finally decide that Surabaya is the best place. Not only I and him are the city resident (based on our id card) but the most important thing is the health system is waaayyy much better than the one we have here. I am 99% will choose Husada Utama Hospital as the place to deliver but I am still mix up about the obsgyn. I got two big candidates but we'll see in couple months what I finally choose :)

Umm...what else? I suppose to continue working now but I got stuck on my cover work so I think giving my brain a lil bit rest won't hurt anyone hehe..
I will make a list about what happened nowadays in my life just like it's really important..

1. Two days ago my husband's boss invited all his colleagues in his department to have a casual dinner gathering. My husband always take me everywhere since he can't stand seeing me alone in the house when he "have fun outside", so he ask me to come as well. I was so excited that there would be couple of names that I was familiar with, and there was a chance to practice my English; his boss was Romanian, around forty, nice, sort of rock and roll boss. I met him once and I really happy to see how my husband getting along well with him. But unfortunately, that night I get over exhausted (after matters I have mentioned above) so when hubby pick me after work, I barely couldn't wake up from bed and couldn't accompany him huhu...

2. In this date, next month, we will have our wedding anniversary. Oh my God...I can't believe it is almost a year I married this amazing guy :') Sure I was looking forward to see what will we have to celebrate :)

3. I admitted, officially, this is the time that I miss school the most. I guess I am always a  student at heart; I always find peaceful at library and I am enjoying books and classes so much, despite the score that I get (not that I got bad score in uni you know..). I know I will continue my study someday, but nowadays it just  feels heartbreaking when I see people who study overseas or simply seeing scholarship offering in my Twitter timeline. I guess I need to really arrange when and how I will really take my master degree... Godspeed!

4. Again it's about my pregnancy! I am so happy that I am now eating like a pig (almost literally..) and I am gaining my weight, alhamdulillah... Little Cibon is a bit picky in food so I change my menu and milk flavor regularly. I am still hoping that I will gain some kilos in months ahead, aamiinn :)


Well, that's a bit from me. I'll write again after kick all these stuffs. See ya, fellas!

Tuesday, October 29, 2013

Obgyn Visit 3#: Glowing When You’re Expecting

Kalau di kunjungan saya yang pertama dan kedua saya berkonsultasi ke dokter X, tidak demikian pada kontrol rutin bulanan yang ketiga. Dikarenakan waktu itu dokter X penuh banget sampe saya gagal dapat nomer antrian, akhirnya saya memutuskan kontrol ke obgyn cewek lain atas rekomendasi seorang teman. Kabarnya, dokter yang ini enak buat konsultasi dan ngantrinya manusiawi haha... Karena udah kontrol ketiga kalinya, saya sih agak nyante aja gak kayak sebelum-sebelumnya yang strict banget kalo tanggal segini ya bulan depan harus tanggal segitu juga kontrolnya. Di kontrol kali ini saya nothing to lose aja. Kalo emang dokternya full ya mundur-mundur dikit gak papa lah..

Singkatnya saya akhirnya berkunjung ke dokter U. Ampunn..pertama kali sampai ke rumah yang juga kliniknya saya mesmerized banget sama Toyota Fortuner dan rumahnya yang keren abis tempat kliniknya. Nyamaannn... banget. Dengan lantai granit, sofa empuk, bersih, homey ambiance dan yang pasti gak antri panjang, who won’t love it at first sight? Apalagi jarang banget model beginian ada di Tuban haha.. Papi Cibon yang baru pulang kerja aja sampe pinter banget, padahal biasanya kalau belum makan doi suka purik gitu... tapi ngeliat suasanya yang enakeun asli bikin mood jadi happy. Kayaknya next bakal pindah ke dokter ini ajadeh.. fufufu...

Kita datang sekitar jam 6 sore lebih, lalu sekitar 15 menit nunggu langsung dipanggil. Seneng karena dokter U mayan ramah dan kamar prakteknya juga bersih, walaupun gak segede punya dokter X. Cuma waktu USG eman banget gabisa liat Cibon karena layarnya gak disambungin ke LCD TVnya... jadi yang bisa liat cuma dokter n Papi Cibon, ibunya yang lagi bobok gabisa liat huhu… Tapi dengerin si dokter ngoceh sambil nunjukin Cibon ke abinya aja udah bikin hepiiiii banget. Asli, liat mukanya si Papi Cibon priceless banget, apalagi pas dokternya nunjukin ini pak, tangannya yang gerak-gerak.. aduh kebayang Cibon kecil di dalem gerak-gerak mulu...kayaknya aktif banget kamu ya nak hihi…hihhh tambah gemes lah... sama bapak dan anaknya hehehe..

Enggak jelas yah? Di Tuban ga ada USG 4 dimensi sik..

Alhamdulillah Cibon sehat di usianya yang masuk trimester dua ini. Benernya agak khawatir sama BB yang malah turun, but the Doc doesn’t seem worried so much. Kata dokter ada yang ibunya gemuk, bayinya kecil, ibunya kecil eh bayinya gede..jadi ya gabisa jadi patokan juga..yang penting ibu dan bayinya sehat yaa…

Yang alhamdulillah lagi makannya si ibu juga udah enak. Udah gak enek makan nasi, udah bisa makan porsi nyaris normal dan tiap dua jam sekali si Cibon harus disumpel ama yang agak berat-berat. Jadi sekarang selalu sedia buah, susu dan sereal kalo gak mau ngalamin lagi hari saya  ngais-ngais kulkas dan terpaksa makan mi instan karena Cibon tiba-tiba nagih asupan dan maknya males keluar hehe.. Trimester kedua ini juga udah gapake mual dan malesnya udah agak berkurang jadi kadang gak kerasa aja kalo lagi hamil... Suka gegulingan di kasur, tengkurep-tengkurep... Untungnya habis baca ensiklopedi gak masalah karena Cibon kan udah dilindungi rahim yang aman…Trus juga ngerasa lebih glowing haha…Mungkin karena badan udah enak, bisa aktivitas kayak biasa, jadi auranya memancar...duile hihi..tapi iyadeh udah mulai bisa masak lagi jadi ga terlalu sering beli di luar kaya trimester pertama. Pokoknya alhamdulillah banget mudah-mudahan seterusnya kehamilannya nyenengin kayak gini hehehe..

Oya-oya karena badannya udah enakan saya juga bisa ikutan bazaar inilohh…
DIY Market, October 13th at Sutos. Sharing booth with Kamicinta girls :D Tuh Papi Cibon ikutan nongol ;p
Aslinya nih, ngebujuk Papi Cibon biar diijinin ikut bazaar setengah mati banget... Ada kali ya hampir setengah jam saya ngerengek-ngerengek, guling-guling di lantai, gelendotan (sumpah childish banget)... sampai akhirnya Papi Cibon ngijinin, dengan terms and condition applied; kalau sampe kecapekan, harus pulang! Alhamdulillah mah..walaupun harus lebih banyak duduk tapi gak sampe teler banget dan yang jelas happy karena bisa ngelakuin passion saya yang biasanya...cihuiii.. Walaupun The Darling jadi agak lelet produksinya kaena si bumil kan gak boleh capek-capek, tapii tetep alhamdulillah bangettt bisa nyiapin new collection dan sambutannya juga alhamdulillaaah... banyak feedback positif habis bazaar. Insya Allah kalau sudah settle bisa makin baik lagi kedepannya... Aminnn!

Pokoknya happy! Happy mom brings happy baby! :D

Oya.. perkiraan awal usia kandungan saya 15 week, tapi terakhir kontrol dibilang bisa jadi udah masuk minggu ke-16! Jadi ada kemungkinan lahirnya maju jadi akhir Maret instead of April. Kapanpun, we’re beyond excitement!! :D
Trus juga dari ensiklopedi yang saya baca, Cibon udah bisa dengar suara! Jadi deh kita makin sering ngajak ngobrol si kecil ini... Bahkan kalo saya dan Papi Cibon omongannya lagi ngaco, suka sadar trus bilang eh Cibon denger..ssstt... hihi dodol banget lah. Kadang kalo lagi saling sebel, saya ama Papi Cibon juga suka ngadu ke Cibon..Cibon..liat tuh ummi/abimu…jangan ditiru ya nak.. hihihi... lucu-lucu banget deh pokoknya. Kata Papi Cibon saya juga suka jadiin Cibon sebagai alesan. Misalnya nih, Bii, beli Yupi ya...kayaknya Cibon pengen Yupi inii.... Haha emang modus emaknya lah. .tapi gitu ya tetep aja diturutin sama bapaknya :))  Coba besok nyoba modus baru ah.. Bii... Mi belanja baju yaa...Kayaknya Cibon pengen Umminya pake baju baru lohh...#ditoyor


Sampe ketemu di cerita-cerita saya yang berikutnya yaw! Jangen bosen-bosen :D

Friday, October 25, 2013

Obgyn Visit 2#

Bok...rajin amat nulis yak? Haha iyaa...ini karena tv saya lagi gangguan. Enggak ngerti antenanya yang kena apa yang jelas udah tiga hari ini gabisa nangkep satupun stasiun televisi :( Bukannya saya gila banget nonton tv ya...tapi saya kan jadi gabisa nonton Jewel in the Palace Wisata Hati dan Hati ke Hati Bersama Mamah Dedeh #pencitraan banget :)) Jadilah saya lebih sering nyalain komputer yang alhamdulillah gak gitu rewel sekarang. Tapi ya gak bisa lama-lama juga sih karena kalau kelamaan kepala jadi pusing...kayaknya si Cibon ga suka kalo umminya kelamaan kerja ya nak.. #halah

Btw sejak hamil saya jadi lebih malesss yang namanya crafting. Padahal sebelumya, uuhhh..tiada hari tanpa nongkrong di kamar kosong gak kepake yang akhirnya dipakai untuk nyimpan barang-barang craft saya mini studio. Entah bikin bros, ato sekedar ngerapihin barang dagangan. Sekarang? Bok..ngeliatnya aja maless... Apakah ini pertanda kalau anak saya bakalan laki-laki???#jengjeng
Itulah kenapa saya jadi bergantung banget sama yang namanya hape, komputer dan tv. Lah, untuk melakukan kegiatan kewanitaan favorit kayak masak, nge-craft aja susahnya setengah mati sih... Trus hiburan saya di rumah apa dong kalau Papi Cibon belum pulang?

Ya ngaji lah bok, banyakin ngaji...kan lagi hamil...
Oh iya bener yak *pasang jilbab* *tutup tab gosip selebritis*

Ya udahlah yaa...Yuk mari kita langsung tuntaskan saja cerita hari ini #tarakdungdes

Jadii... sebelumnya saya sudah cerita awal tau kabar kehamilan yang nge-hits banget itu kan #aposeh..dan udah cerita waktu kontrol pertama ke dokter kandungan. Nah ini sekarang saya mau cerita kunjungan kedua saya ke obgyn aka dokter kandungan sebulan setelah kontrol pertama... Kontrol kedua ini sebenernya agak sedih dibandingin kontrol pertama. Karena yaaa tolong antrinya si dokter X ini nggak manusiawi banget. I hate the system. Coba bayangin deh, ga ada reservasi via telpon, kita harus datang langsung. Tapi mulai bisa reservasinya gak jelas padahal per hari dokter ini cuma ngelayanin 30 pasien kann. Jadi gue paling nggak harus datang jam 2 siang buat nulis nama, trus jam setengah 4 balik buat dapat nomer antrian, nunggu sampai jam 4 untuk dicatet datanya ama asistennya... dann paling cepet dokternya praktek jam setengah lima. Bayangin dong harus bolak balik pulang apalagi kalau dapat nomernya masih lama. Itu gue belum seberapa sih karena ada yang ngantri dari jam 11 siang coba... grrrhh... Jaman segini teknologi maju kan enak kalo bisa daftar dari hari sebelumnya ato by phone ato paling gak sistemnya gak segitu ribetnya lah ya... Mana tempat nunggunya nggak nyaman banget, cuma bangku kayu panjang. Jadilah si bumil ini kadang lelah banget buat bolak balik ke sana untuk daftar apalagi pas udah ke sana ternyata ga kebagian nomer :(

Dan karena udah sempet ngalamin gak kebagian nomer hari sebelumnya, saya pun akhirnya datang lebih awal lagi dan sukses dapat giliran sebelum maghrib. Sedih gue bilang. Kenapa? Soalnya kalau sebelum maghrib berarti Papi Cibon gabisa ikut kontrol... tapi karena udah exhausted ya udah lah ya daripada balik besok-besok lagi...

Singkatnya, akhirnya saya kontrol juga sendirian huhu…sedih banget ga ditemenin suami…dan yang paling bikin senang dan sedih di saat bersamaan adalah karena Cibon udah agak gedean jadi udah keliatan kaki tangan dan jantungnyaa ♥  Itu hepinya...Sedihnya, that’s the magical moment yang papi Cibon gak alami for the first time :'( Tapi yaudahlah ya...nasi sudah menjadi dubur bubur. Bagian happy-nya ngeliat si Cibon bikin mood yang jelek nguap gak bersisa hihi…Jadi cengengesan sendiri liat dia gerak-gerak di perut... Gak percaya di perut yang masih trepes ini udah ada yang mau hidup :')

Btw saya sempet ngelakuin kedodolan juga #kapansihenggak #deepsigh. So, di layar USG memperlihatkan isi rahim saya seperti ada dua bunderan gepeng yang dempet gitu... Nah saya ya seneng tapi juga mengira-ngira itu apanya Cibon ya… Si bu dokter nunjuk-nunjuk aja ini kepala ini kaki ini tangan.. sementara saya iya-iya aja padahal bingung berat soalnya yang di layar kayaknya sama aja... Cuma yakin deh, dua bunderan dempet itu pasti kepala...Apalagi yang bentuknya bunder kalo bukan kepala, iya nggak?Bentar, bentar...KOK BUNDERANNYA DUA? BERARTI KEMBAR DONG?? *mulai heboh dalam hati* #obsesipengenpunyanakakembar

Bu dokter masih terus nunjuk-nunjuk gambar di USG... Nah ini enaknya kalau dapat nomer awal.. dokternya santai, masih smile-smile, enggak keburu-buru... Eh tapi kenapa bu dokter nunjuk salah satu bunderan dan bilang itu kaki/tangan/atau apanya gitu --> sibuk dengan pikirannya sendiri sampai gak ngeh.
Yang bikin gue sadar cuma, hah, itu bukan kepala? Dan gue dong dengan dodolnya polosnya bilang, “loh, cuma satu ya dok?" Bu dokter menjawab, “iya bayinya satu,” dengan nada lah-lo-kira-ada-berapa.  Ya ampuun...jadi yang bunder gepeng itu satunya kepalanya Cibon, satunya bagian tubuh bawahnyaa :))) Lah gue dah hepi aja kirain itu kepala semua alias punya anak kembar hehehe...

Cibonnn 
Pas di USG ada angle yang keliatan bunderannya gak begitu gepeng, makanya saya salah kira itu ada dua kepala :))

Ternyata emang janin umur segitu belum berbentuk banget ya...jadi terlihatnya seperti…kacang :)) *baru ngeh, oh... that’s little peanut nickname comes from... Duhhh :p*
Cibon si kacang kecil! I love youu little peanut!! Hihhh gemesss…

Oh iya itu waktu Cibon perkiraan umur 10 minggu.. Emaknya masih gak enak makan dan belum gaining any weight.. *emangnya sekarang udah ye?* #abaikan

Oh terus di kontrol kedua ini juga agak lega sedikit...jadi waktu kontrol pertama masih khawatir banget. Jadi ya, kehamilan ini kan bukan sesuatu yang direncanakan. Momennya emang waktu itu saya baru kelar ikut bazaar ramadhan dan memutuskan enggak nerima any bazaar offerings dulu, jadi emang bener-bener lagi santai dan pengen istirahat... Trus juga sebenernya momen-momen ngarepin banget hamil itu udah lewat sekitar bulan Juni-Juli.. Jadi beneran santai.. no pressure, no particular preparation juga tapinya... nah ini nih. Jadi saya kan sempet sakit gigi ya (disinggung dikit di sini). Dan apadeh itu obat anti bengkak, penahan rasa sakit, semua diminum.. karena belum tahu kalau saat itu lagi hamil kan... Mana setelah saya baca-baca ternyata obat penahan rasa sakit itu yang jahat banget sama janin :'( Jadilah waktu itu kecabik antara hepi kehamilan sama khawatir sama kondisi si kecil. Waktu kontrol pertama udah tanya ke dokter tapi dijawab belum bisa tahu kondisi si kecil karena emang masih terlalu kecil... Nah pas di kontrol kedua saya nanya Cibon sehat apa nggak baru dijawab bahwa so far perkembangannya sesuai dengan umurnya *diplomatis banget jawaban bu dokter yak* Yah, walaupun jawabannya gak bikin lega-lega banget tapi ya udah agak senang dikit sih ya..Insya Allah Cibon jadi anak yang kuat kok..kena paparan obat di usia dini mudah-mudahan tetep sehat...seterusnya sehat sampai waktunya lahir ya Cibon :*

Btw kemarin-kemarin sempet agak bete sama beberapa orang yang baru punya baby dan merasa lebih 'senior'. Iya sih lebih pengalaman tapi jadi sebel juga kalau malah jadi bossy --". Afterall saya juga bukan tipe bumil yang reckless kok.. Saya rajin baca ensiklopedi, baca-baca artikel kesehatan, cari info seputar kehamilan, jaga makanan, dan yang terpenting konsul ke ahlinya yaitu dokter. Jadi memang agak irritated juga pas 'diceramahi' soal saya mengonsumsi kambing even after I have told them my doc let me! Ya ampun.. saya ini cenderung darah rendah, dan dokter juga bilang oke asal ga berlebihan (work as well buat durian) jadi kenapa ini ibu-ibu pada sewot when their rule doesn't fit on me??

Nah kan saya jadi ikutan sewot. Hormon nih hormon..

In the end saya ngikutin saran salah satu buku buat membatasi arus informasi. Kata si buku, kadang terlalu banyak informasi bisa membingungkan apalagi kalau ada info yang kelihatannya agak bertentangan. Termasuk kasus nyebelin di atas, juga bisa diatasi dengan keep smile tapi tutup kuping :p Sebaliknya, saya juga nerapin hal yang sama saat berhadapan sama mereka yang baru hamil. When they come to me to ASK, I will ANSWER. Tapi kalau mereka keliatan fine-fine aja, ngapain juga saya resek sok paling ahli soal kehamilan cuma gara-gara saya hamil beberapa minggu lebih awal? :) Lain kalau konteksnya lagi sharing ya...

*exhale*

Anyway sudah masuk waktu zuhur! Saya harus solat dan makan untuk Cibon :) I'll write again as soon as possible :) Thanks for reading! xxxx


Thursday, October 24, 2013

Obgyn Visit 1#

----------------lanjutan dari kisah sebelumnya------------------------


Walaupun belum yakin-yakin amat ama hasilnya testpack tapi tetep aja saya jadi deg-degan. Yang biasanya grusa grusu jadi ekstra hati-hati. Yang biasanya nurunin motor pakai gaya freestyle sekarang pakai gaya putri solo. Yang biasanya polisi tidur digeradak aja sambil ketawa-ketawa sekarang jadi menemukan fakta bahwa ternyata populasi polisi tidur di kompleks saya cukup mengkhawatirkan. Anyway… singkatnya sore harinya saya ngambil nomor antrian dulu di dokter kandungan cewek yang praktek di salah satu apotek gak begitu jauh dari rumah. Jadi saya sempet syok karena begitu datang tempat prakteknya udah penuh sama manusia terutama dari spesies wanita dengan gundukan di perutnya. Gilaa…rame banget.  Jadi ternyata dalam sehari ni dokter cuma ngelayanin 30 orang pasien. Daann..hari itu adalah hari pertama si dokter praktek setelah libur marathon Lebaran.. Asli saya lucky banget. Pas saya datang itu pas banget dengan nomer antrian dibagiin..dannn asli lucky masih dapet nomor 28.

Malamnya habis Isya saya ditemani bapak dari calon janin yang kukandung ini #tsahhh pun datang. Dan ternyata ngantrinya masih cukup lama walopun kita dah datang telat (dokternya mulai praktek jam setengah 5 sore). Hampir jam 9 after the long purik and bosen moment akhirnya dipanggil juga. Hiihhh deg-degan :D

Kita panggil saja dokter X adalah tipikal dokter yang mukanya aja bikin kita percaya kalo kita ngeloncat dari pesawat doski bakal nolong. Errr..maksudnya wajahnya dapat diandalkan banget dan keluar kharismanya sebagai seorang dokter #ceilehh. Langsung aja saya casciscus cerita kalo udah testpack dan hasilnya positif. Ditanyain sebentar soal usia, usia pernikahan (kalo gak salah inget) hari pertama haid terakhir, bla..bla.. terus bu dokter X nyuruh saya berbaring dan nurunin celana lalu dites USG . Dannnn...that magical moment is finally cominggg!!!

Seneng deh liat print hasil USGnya walopun belum keliatan banget juga si calon dedek bayii 

Keliatan gak sih yang bulat oval agak gelap itu? Itu tuh si calon dedeknya... masih kecil banget...1,6 cm :"> Tapi waktu di ruang praktek bu dokter saya sama suami agak gak ngeh sama penampakan USGnya. maklum USG 2D jadi agak kurang jelas. Pokoknya senang ajah pas dokternya bilang "iya benar ini udah ada janinnya" Ya ampunnn...that moment...that moment...kalo adegan film itu adalah momen dimana saya dan suami berpandangan dengan mata berkaca-kaca... Aslinya sih emang gitu :D. Saya ama suami udah nengir-nyengir tolol aja...sampai bu dokter dengan ringkas langsung duduk di balik mejanya lagi jadi saya buru-buru benerin baju dan duduk di samping suami.

Khayalan:
Bu dokter: *tersenyum manisss...atau tertawa lebar* Selamat ya Bu, Pak... Ibu positif hamil..
Me+suami: makasih Dok... *senyum lebar, berpandangan...seolah tatapan masing-masing bilang "kita akan segera jadi orang tua!"*

Realita:
Bu dokter: Ya benar ini Ibu sudah hamil. Kalau diliat dari haid terakhr dan ukuran janinnya kira-kira sudah lima minggu. Tidak ada pantangan, semua boleh di makan. Kalau mual makan nasi bisa biskuit atau roti, yang penting ada makanan masuk. bla..bla..sampai... Ada yang ditanyakan?
Me+suami: *bengong*

Bener-bener deh yaa... Ini film-film yang suka menipu atau dokter saya yang kekurangan hormon kelembutan. Padahal udah jelas-jelas beliau tau kalau ini anak pertama kami....MANA ANTUSIASMENYA? Huwaaa...


Belakangan kami jadi tahu begitulah gaya si dokter kalau hari sudah mulai larut; bicara seringkas-ringkasnya. Efisiensi waktu? Bisa jadi. Apalagi kami pasien nyaris terakhir, bisa jadi bu dokter energinya juga sudah terkuras. Dokter juga manusiaaa...

Singkatnya saya lalu diberikan suplemen asam folat yang bagus buat perkembangan otak janin lalu gak lama sesi pun selesai...

Di luar saya dan suami membahas itu sambil tertawa-tawa. Ternyata kami berdua punya bayangan yang sama soal adegan ibu-bapak-selamat-ibu-positif-mengandung. Suami pun bilang aslinya waktu dengar bu dokter bilang saya beneran mengandung dia terharu dan mau meluapkan antusiasmenya, tapi berhubung bu dokter datar-datar aja dia kan malu kalau heboh sendiri hihih...sama saya pun begitu :">

Malam itu, walaupun lelah, tapi kebahagiaan menyelimuti keluarga kecil kami. Sebelumnya saya gak pernah tahu kalau ada kebahagiaan yang lebih besar dari menemukan pasanagan hidup..tapi ternyata Allah sungguh Maha Baik pada kami..kebahagiaan malam itu sungguh luar biasa (dan berlangsung terus sampai hari-hari selanjutnya, alhamdulillah...). Kami pun pulang sambil bergandengan tangan dan cengar cengir...masih nggak percaya ada sesuatu yang akan tumbuh di dalam rahim saya :')

Oya...saya dah bilang belum ya...jadi suami saya yang edan itu punya panggilan buat si kecil, yaitu Hacibon, kependekan dari Hasil Cilacap Bontang :/ Ampun dahhh... Teman-teman saya sih pada ngakak karena suami ngasih nama ngawur dan cenderung mesum begitu, tapi saya akui nicknamenya cute banget..jadilah si kecil kami panggil Cibon biar lebih singkat hihih...Ciboon...Cibon keciiill... *ibunya mulai gila*


Dengerin lanjutan cerita kehamilan saya di postingan berikutnya ya!